Skip to main content

وَمَا يَسْتَوِى الْاَحْيَاۤءُ وَلَا الْاَمْوَاتُۗ اِنَّ اللّٰهَ يُسْمِعُ مَنْ يَّشَاۤءُ ۚوَمَآ اَنْتَ بِمُسْمِعٍ مَّنْ فِى الْقُبُوْرِ   ( فَاطِر: ٢٢ )

wamā
وَمَا
dan tidak
yastawī
يَسْتَوِى
sama
l-aḥyāu
ٱلْأَحْيَآءُ
orang-orang yang hidup
walā
وَلَا
dan tidak
l-amwātu
ٱلْأَمْوَٰتُۚ
orang-orang yang mati
inna
إِنَّ
sesungguhnya
l-laha
ٱللَّهَ
Allah
yus'miʿu
يُسْمِعُ
menjadikan mendengar
man
مَن
orang/siapa
yashāu
يَشَآءُۖ
Dia kehendaki
wamā
وَمَآ
dan tidaklah
anta
أَنتَ
kamu
bimus'miʿin
بِمُسْمِعٍ
dengan menjadikan mendengar
man
مَّن
orang/siapa
فِى
dalam
l-qubūri
ٱلْقُبُورِ
kubur

“Wa Mā Yastawī Al-'Aĥyā'u Wa Lā Al-'Amwātu 'Inna Allāha Yusmi`u Man Yashā'u Wa Mā 'Anta Bimusmi`in Man Fī Al-Qubūri.” (Fāṭir/35:22)

Artinya:

“dan tidak (pula) sama orang yang hi-dup dengan orang yang mati. Sungguh, Allah memberikan pendengaran kepada siapa yang Dia kehendaki dan engkau (Muhammad) tidak akan sanggup menjadikan orang yang di dalam kubur dapat mendengar.” (QS. Fatir: 22)

Dan tidak pula sama antara orang yang hidup hatinya, yakni orang mukmin, dengan orang yang mati hatinya, yakni orang kafir. Sungguh, Allah memberikan pendengaran untuk menerima petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki, dan engkau, wahai Nabi Muhammad, tidak akan sanggup menjadikan orang yang di dalam kubur, yakni orang yang menutup hatinya dari kebenaran sehingga menyerupai orang mati, dapat mendengar. Engkau tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang-orang musyrik yang telah mati hatinya.