Skip to main content

اِذْ اَرْسَلْنَآ اِلَيْهِمُ اثْنَيْنِ فَكَذَّبُوْهُمَا فَعَزَّزْنَا بِثَالِثٍ فَقَالُوْٓا اِنَّآ اِلَيْكُمْ مُّرْسَلُوْنَ   ( يس: ١٤ )

idh
إِذْ
ketika
arsalnā
أَرْسَلْنَآ
Kami mengutus
ilayhimu
إِلَيْهِمُ
kepada mereka
ith'nayni
ٱثْنَيْنِ
dua orang
fakadhabūhumā
فَكَذَّبُوهُمَا
lalu mereka mendustakan keduanya
faʿazzaznā
فَعَزَّزْنَا
maka Kami kuatkan
bithālithin
بِثَالِثٍ
dengan yang ketiga
faqālū
فَقَالُوٓا۟
lalu mereka berkata
innā
إِنَّآ
seesungguhnya kami
ilaykum
إِلَيْكُم
kepadamu
mur'salūna
مُّرْسَلُونَ
orang-orang yang diutus

“'Idh 'Arsalnā 'Ilayhim Athnayni Fakadhdhabūhumā Fa`azzaznā Bithālithin Faqālū 'Innā 'Ilaykum Mursalūna.” (Yāʾ Sīn/36:14)

Artinya:

“(yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka ketiga (utusan itu) berkata, “Sungguh, kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu.”” (QS. Yasin: 14)

Ceritakanlah ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan untuk menyeru mereka agar bertauhid dan beriman kepada risalah kenabian serta hari Kebangkitan, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan mereka berdua dengan utusan yang ketiga, maka ketiga utusan itu berkata, “Sungguh, kami adalah orang-orang yang diutus kepada kamu.”