Skip to main content

قَالُوْا يٰوَيْلَنَا مَنْۢ بَعَثَنَا مِنْ مَّرْقَدِنَا ۜهٰذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمٰنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُوْنَ  ( يس: ٥٢ )

qālū
قَالُوا۟
mereka berkata
yāwaylanā
يَٰوَيْلَنَا
betapa celakanya kami
man
مَنۢ
siapakah
baʿathanā
بَعَثَنَا
membangkitkan kami
min
مِن
dari
marqadinā
مَّرْقَدِنَاۗۜ
tempat tidur kami
hādhā
هَٰذَا
ini
مَا
apa
waʿada
وَعَدَ
dijanjikan
l-raḥmānu
ٱلرَّحْمَٰنُ
Maha Pengasih
waṣadaqa
وَصَدَقَ
dan benar
l-mur'salūna
ٱلْمُرْسَلُونَ
para Rasul

“Qālū Yā Waylanā Man Ba`athanā Min Marqadinā Hādhā Mā Wa`ada Ar-Raĥmānu Wa Şadaqa Al-Mursalūna.” (Yāʾ Sīn/36:52)

Artinya:

“Mereka berkata, “Celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?” Inilah yang dijanjikan (Allah) Yang Maha Pengasih dan benarlah rasul-rasul(-Nya).” (QS. Yasin: 52)

Orang-orang kafir itu kaget dan heran pada saat dibangkitkan. Mereka berkata, “Celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami di alam kubur?” Mereka berkata demikian karena akan menghadapi kesulitan dan malapetaka yang lebih besar. Adapun orang-orang beriman akan berkata, “Inilah hari kebangkitan yang dijanjikan oleh Allah Yang Maha Pengasih, dan benarlah apa yang disampaikan oleh rasul-rasul-Nya.”