Skip to main content

وَمَنْ نُّعَمِّرْهُ نُنَكِّسْهُ فِى الْخَلْقِۗ اَفَلَا يَعْقِلُوْنَ   ( يس: ٦٨ )

waman
وَمَن
dan barangsiapa
nuʿammir'hu
نُّعَمِّرْهُ
Kami panjangkan umurnya
nunakkis'hu
نُنَكِّسْهُ
Kami kembalikan dia
فِى
dalam/kepada
l-khalqi
ٱلْخَلْقِۖ
kejadian
afalā
أَفَلَا
apakah maka tidak
yaʿqilūna
يَعْقِلُونَ
mereka menggunakan akal/berpikir

“Wa Man Nu`ammirhu Nunakkis/hu Fī Al-Khalqi 'Afalā Ya`qilūna.” (Yāʾ Sīn/36:68)

Artinya:

“Dan barangsiapa Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada awal kejadian(nya). Maka mengapa mereka tidak mengerti?” (QS. Yasin: 68)

Dan ingatlah wahai anak cucu Adam, barang siapa Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada awal kejadiannya. Pada saat itu dia kembali lemah dan kurang akal, layaknya anak kecil, sehingga tidak kuat lagi melakukan ibadah yang berat. Maka, mengapa mereka tidak mengerti dan memanfaatkan kesempatan selagi muda?