Skip to main content

فَاسْتَفْتِهِمْ اَهُمْ اَشَدُّ خَلْقًا اَمْ مَّنْ خَلَقْنَا ۗاِنَّا خَلَقْنٰهُمْ مِّنْ طِيْنٍ لَّازِبٍ   ( ٱلصَّافَّات: ١١ )

fa-is'taftihim
فَٱسْتَفْتِهِمْ
maka tanyakanlah kepada mereka
ahum
أَهُمْ
apakah mereka
ashaddu
أَشَدُّ
sangat/lebih (kukuh)
khalqan
خَلْقًا
ciptaan/kejadian
am
أَم
atau
man
مَّنْ
siapa (makhluk)
khalaqnā
خَلَقْنَآۚ
telah Kami ciptakan
innā
إِنَّا
sesungguhnya Kami
khalaqnāhum
خَلَقْنَٰهُم
Kami menciptakan mereka
min
مِّن
dari
ṭīnin
طِينٍ
tanah
lāzibin
لَّازِبٍۭ
tanah liat

“Fāstaftihim 'Ahum 'Ashaddu Khalqāan 'Am Man Khalaqnā 'Innā Khalaqnāhum Min Ţīnin Lāzibin.” (aṣ-Ṣāffāt/37:11)

Artinya:

“Maka tanyakanlah kepada mereka (musyrik Mekah), “Apakah penciptaan mereka yang lebih sulit ataukah apa yang telah Kami ciptakan itu?” Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari tanah liat.” (QS. As-Saffat: 11)

Usai menjelaskan bukti-bukti kekuasaan-Nya di alam raya, Allah beralih membuktikan kuasa-Nya dalam menciptakan manusia. Wahai Nabi Muhammad, maka tanyakanlah kepada mereka yang musyrik, “Apakah penciptaan mereka yang lebih sulit ataukah apa yang telah Kami ciptakan itu yakni malaikat, langit, dan bumi seisinya?” Sesungguhnya Kami telah menciptakan Nabi Adam, yaitu nenek moyang mereka dari tanah liat.