Skip to main content

وَبٰرَكْنَا عَلَيْهِ وَعَلٰٓى اِسْحٰقَۗ وَمِنْ ذُرِّيَّتِهِمَا مُحْسِنٌ وَّظَالِمٌ لِّنَفْسِهٖ مُبِيْنٌ ࣖ  ( ٱلصَّافَّات: ١١٣ )

wabāraknā
وَبَٰرَكْنَا
dan Kami limpahkan keberkatan
ʿalayhi
عَلَيْهِ
atasnya
waʿalā
وَعَلَىٰٓ
dan atas
is'ḥāqa
إِسْحَٰقَۚ
Ishaq
wamin
وَمِن
dan dari
dhurriyyatihimā
ذُرِّيَّتِهِمَا
keturunan keduanya
muḥ'sinun
مُحْسِنٌ
berbuat baik
waẓālimun
وَظَالِمٌ
dan berbuat zalim
linafsihi
لِّنَفْسِهِۦ
terhadap diri-dirinya sendiri
mubīnun
مُبِينٌ
yang nyata

“Wa Bāraknā `Alayhi Wa `Alaá 'Isĥāqa Wa Min Dhurrīyatihimā Muĥsinun Wa Žālimun Linafsihi Mubīnun.” (aṣ-Ṣāffāt/37:113)

Artinya:

“Dan Kami limpahkan keberkahan kepadanya dan kepada Ishak. Dan di antara keturunan keduanya ada yang berbuat baik dan ada (pula) yang terang-terangan berbuat zalim terhadap dirinya sendiri.” (QS. As-Saffat: 113)

Dan demikianlah Kami limpahkan keberkahan kepadanya dan kepada Nabi Ishak dengan nikmat kenabian. Dan di antara keturunan keduanya ada yang berbuat baik, menaati perintah Allah, dan menyeru ke jalan yang benar sehingga diangkat oleh Allah menjadi nabi dan rasul, dan ada pula dari keturunannya yang terang-terangan berbuat zalim terhadap dirinya sendiri dengan mengingkari nikmat Allah dan berbuat kerusakan sehingga Allah menurunkan kepada mereka azab yang sangat pedih.