Skip to main content

اِصْبِرْ عَلٰى مَا يَقُوْلُوْنَ وَاذْكُرْ عَبْدَنَا دَاوٗدَ ذَا الْاَيْدِۚ اِنَّهٗٓ اَوَّابٌ  ( ص: ١٧ )

iṣ'bir
ٱصْبِرْ
bersabarlah
ʿalā
عَلَىٰ
atas
مَا
apa
yaqūlūna
يَقُولُونَ
mereka katakan
wa-udh'kur
وَٱذْكُرْ
dan ingatlah
ʿabdanā
عَبْدَنَا
hamba Kami
dāwūda
دَاوُۥدَ
Daud
dhā
ذَا
mempunyai
l-aydi
ٱلْأَيْدِۖ
tangan/kekuatan
innahu
إِنَّهُۥٓ
sesungguhnya dia
awwābun
أَوَّابٌ
seorang yang kembali

“Aşbir `Alaá Mā Yaqūlūna Wa Adhkur `Abdanā Dāwūda Dhā Al-'Aydi 'Innahu 'Awwābun.” (Ṣād/38:17)

Artinya:

“Bersabarlah atas apa yang mereka katakan; dan ingatlah akan hamba Kami Dawud yang mempunyai kekuatan; sungguh dia sangat taat (kepada Allah).” (QS. Sad: 17)

Allah meminta Nabi bersabar dalam menghadapi keingkaran orang-orang musyrik, sebagaimana nabi-nabi terdahulu juga menghadapi rintangan yang sama. Bersabarlah wahai Nabi Muhammad atas apa yang mereka katakan dan tuduhkan kepadamu bahwa kamu adalah pendusta dan penyihir. Dan ingatlah akan kisah seorang hamba sebelum kamu yang Kami utus, yaitu Nabi Dawud, yang mempunyai kekuatan dalam memahami dan menjalankan ajaran agama. Sungguh dia sangat taat dan selalu mengembalikan urusannya kepada Allah. Bila merasa bersalah, ia pun segera minta ampun kepada Allah.