Skip to main content

اَؤُنْزِلَ عَلَيْهِ الذِّكْرُ مِنْۢ بَيْنِنَا ۗبَلْ هُمْ فِيْ شَكٍّ مِّنْ ذِكْرِيْۚ بَلْ لَّمَّا يَذُوْقُوْا عَذَابِ ۗ  ( ص: ٨ )

a-unzila
أَءُنزِلَ
apakah diturunkan
ʿalayhi
عَلَيْهِ
atasnya/kepadanya
l-dhik'ru
ٱلذِّكْرُ
pengajaran/Al Quran
min
مِنۢ
dari
bayninā
بَيْنِنَاۚ
antara kita
bal
بَلْ
bahkan/sebenarnya
hum
هُمْ
mereka
فِى
dalam
shakkin
شَكٍّ
keragu-raguan
min
مِّن
dari
dhik'rī
ذِكْرِىۖ
peringatan-Ku
bal
بَل
bahkan/sebenarnya
lammā
لَّمَّا
belum
yadhūqū
يَذُوقُوا۟
mereka merasakan
ʿadhābi
عَذَابِ
azab-Ku

'A'uunzila `Alayhi Adh-Dhikru Min Bayninā Bal Hum Fī Shakkin Min Dhikrī Bal Lammā Yadhūqū `Adhābi. (Ṣād 38:8)

Artinya:

mengapa Al-Qur'an itu diturunkan kepada dia di antara kita?” Sebenarnya mereka ragu-ragu terhadap Al-Qur'an-Ku, tetapi mereka belum merasakan azab(-Ku). (QS. [38] Sad : 8)

1 Tafsir Ringkas Kemenag

Mengapa Al-Qur’an itu diturunkan kepada Muhammad padahal dia berasal dari kalangan jelata, bukan kepada orang terpandang di antara kita?” (Lihat pula: Surah az-Zukhruf/43: 31). Allah menegaskan, “Sebenarnya mereka ragu-ragu terhadap Al-Qur’an yang turun dari sisi-Ku karena kedengkian hati mereka, tetapi mereka belum merasakan azab-Ku atas keingkaran mereka. Kelak mereka pasti akan merasakannya."