Skip to main content

مَا سَمِعْنَا بِهٰذَا فِى الْمِلَّةِ الْاٰخِرَةِ ۖاِنْ هٰذَآ اِلَّا اخْتِلَاقٌۚ  ( ص: ٧ )

مَا
tidak
samiʿ'nā
سَمِعْنَا
kami mendengar
bihādhā
بِهَٰذَا
dengan/hal ini
فِى
dalam
l-milati
ٱلْمِلَّةِ
agama
l-ākhirati
ٱلْءَاخِرَةِ
yang akhir
in
إِنْ
tidaklah
hādhā
هَٰذَآ
ini
illā
إِلَّا
kecuali
ikh'tilāqun
ٱخْتِلَٰقٌ
diada-adakan

“Mā Sami`nā Bihadhā Fī Al-Millati Al-'Ākhirati 'In Hādhā 'Illā Akhtilāqun.” (Ṣād/38:7)

Artinya:

“Kami tidak pernah mendengar hal ini dalam agama yang terakhir; ini (mengesakan Allah), tidak lain hanyalah (dusta) yang diada-adakan,” (QS. Sad: 7)

Kami tidak pernah mendengar hal ini dalam agama yang terakhir, yaitu Nasrani, yang meyakini ajaran trinitas. Ajaran tauhid ini tidak lain hanyalah kedustaan yang diada-adakan oleh Muhammad.