Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
وَمَن
dan barang siapa
يَعْمَلْ
mengerjakan
سُوٓءًا
kejahatan
أَوْ
atau
يَظْلِمْ
menganiaya
نَفْسَهُۥ
dirinya
ثُمَّ
kemudian
يَسْتَغْفِرِ
memohon ampun
ٱللَّهَ
Allah
يَجِدِ
ia mendapati
ٱللَّهَ
Allah
غَفُورًا
Maha Pengampun
رَّحِيمًا
Maha Penyayang

Wa Man Ya`mal Sū'āan 'Aw Yažlim Nafsahu Thumma Yastaghfir Allāha Yajid Allāha Ghafūrāan Raĥīmāan.

Tafsir Bahasa:

Dan barangsiapa berbuat kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian dia memohon ampunan kepada Allah, niscaya dia akan mendapatkan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

(110) Ayat ini memberikan dorongan kepada mereka yang berbuat salah untuk menyadari dirinya dan kembali ke jalan yang benar, bertobat kepada Allah. Perbuatan mereka menzalimi diri sendiri dengan jalan berbuat maksiat, seperti sumpah palsu akan diampuni Allah jika mereka benar-benar minta ampun kepada-Nya. Dalam ayat ini diterangkan bagaimana jalan keluar dari dosa sesudah terperosok ke dalamnya dan sesudah diturunkan peringatan kepada musuh-musuh kebenaran, yaitu dengan tobat dan minta ampun. Orang yang minta ampun akan mendapati Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Dia akan merasakan hasil pengampunan Allah pada dirinya yaitu rasa benci kepada kemaksiatan dan penyebab-penyebabnya. Dia juga akan merasakan kasih sayang Allah kepadanya dengan tumbuhnya hasrat dalam hatinya hendak berbuat kebajikan.