Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
يُرِيدُ
menghendaki
ٱللَّهُ
Allah
لِيُبَيِّنَ
untuk Dia menerangkan
لَكُمْ
bagi kalian
وَيَهْدِيَكُمْ
dan Dia memberi petunjuk kepadamu
سُنَنَ
jalan
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
مِن
dari
قَبْلِكُمْ
sebelum kalian
وَيَتُوبَ
dan Dia hendak menerima taubat
عَلَيْكُمْۗ
atas kalian
وَٱللَّهُ
dan Allah
عَلِيمٌ
Maha Mengetahui
حَكِيمٌ
Maha Bijaksana

Yurīdu Allāhu Liyubayyina Lakum Wa Yahdiyakum Sunana Al-Ladhīna Min Qablikum Wa Yatūba `Alaykum Wa Allāhu `Alīmun Ĥakīmun.

Tafsir Bahasa:

Allah hendak menerangkan (syariat-Nya) kepadamu, dan menunjukkan jalan-jalan (kehidupan) orang yang sebelum kamu (para nabi dan orang-orang shalih) dan Dia menerima tobatmu. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.

(26) Ayat ini menerangkan kepada kaum Muslimin apa yang belum jelas baginya dan memberinya petunjuk ke jalan yang ditempuh oleh para nabi dan salihin sebelumnya, yaitu hukum yang tersebut dalam ayat 19, 20 dan 21 di antaranya yang mengenai hubungan rumah tangga di antara suami-istri, seperti bergaul dengan istri dengan cara yang sebaik-baiknya dan mahar istri yang dicerai tidak boleh diambil kembali karena mahar itu sudah menjadi hak penuh istri yang dicerai. Jika mereka mengikuti petunjuk Allah itu, dengan melaksanakan perintah-Nya dan berbuat amal kebajikan, niscaya amal itu dapat menghapus dosa-dosanya.