Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
وَٱللَّهُ
dan Allah
يُرِيدُ
Dia hendak
أَن
supaya
يَتُوبَ
Dia menerima taubat
عَلَيْكُمْ
atas kalian
وَيُرِيدُ
dan/sedang menghendaki
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
يَتَّبِعُونَ
(mereka) mengikuti
ٱلشَّهَوَٰتِ
hawa nafsu
أَن
supaya
تَمِيلُوا۟
kamu berpaling
مَيْلًا
berpaling
عَظِيمًا
besar/sejauh-jauhnya

Wa Allāhu Yurīdu 'An Yatūba `Alaykum Wa Yurīdu Al-Ladhīna Yattabi`ūna Ash-Shahawāti 'An Tamīlū Maylāan `Ažīmāan.

Tafsir Bahasa:

Dan Allah hendak menerima tobatmu, sedang orang-orang yang mengikuti keinginannya menghendaki agar kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran).

(27) Allah memberi ampunan kepada mereka dengan cara melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya, agar mereka menyucikan dan membersihkan diri mereka lahir batin, meskipun orang-orang yang mengikuti syahwat dan hawa nafsunya, selalu berpaling dari jalan yang lurus, dan menarik orang mukmin agar ikut terjerumus bersama mereka ke lembah kesesatan, karena dengan melaksanakan perintah Allah dan menaatinya akan tercapailah apa yang dikehendakinya untuk kebaikan dan kebahagiaan mereka. Allah melarang menikahi perempuan-perempuan yang tersebut pada ayat 22, 23 dan 24 karena menikahi perempuan-perempuan tersebut akan mengakibatkan kerusakan di masyarakat dan mengacaubalaukan hubungan nasab dan hubungan keluarga, sedang keluarga adalah tulang punggung kebahagiaan masyarakat. Perempuan-perempuan selain mereka boleh dinikahi untuk memelihara kelanjutan keturunan, menghindarkan masyarakat dari kekacauan dan terperosok ke dalam jurang perzinaan dan lain sebagainya.