Skip to main content

وَلَوْ اَنَّهُمْ صَبَرُوْا حَتّٰى تَخْرُجَ اِلَيْهِمْ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ ۗوَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ  ( ٱلْحُجُرَات: ٥ )

walaw
وَلَوْ
dan kalau
annahum
أَنَّهُمْ
sekiranya mereka
ṣabarū
صَبَرُوا۟
mereka sabar
ḥattā
حَتَّىٰ
sehingga
takhruja
تَخْرُجَ
kamu keluar
ilayhim
إِلَيْهِمْ
kepada mereka
lakāna
لَكَانَ
sungguh adalah
khayran
خَيْرًا
lebih baik
lahum
لَّهُمْۚ
bagi mereka
wal-lahu
وَٱللَّهُ
dan Allah
ghafūrun
غَفُورٌ
Maha Pengampun
raḥīmun
رَّحِيمٌ
Maha Penyayang

“Wa Law 'Annahum Şabarū Ĥattaá Takhruja 'Ilayhim Lakāna Khayrāan Lahum Wa Allāhu Ghafūrun Raĥīmun.” (al-Ḥujurāt/49:5)

Artinya:

“Dan sekiranya mereka bersabar sampai engkau keluar menemui mereka, tentu akan lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat: 5)

Dan sekiranya mereka bersabar, yakni tidak memanggil-manggil namamu sampai engkau keluar dari kamarmu untuk menemui mereka, tentu akan lebih baik bagi mereka di sisi Allah. Dan itu tidak dilakukan oleh mereka, namun Allah tidak menyiksa mereka. Allah Maha Pengampun bagi siapa yang bertobat, Maha Penyayang kepada hamba-Nya yang taat. Berkaitan dengan ayat ini terdapat riwayat bahwa sekelompok rombongan Bani Tamim datang untuk menemui Nabi dan mereka memanggil-manggil dari luar kamarnya, “Hai Muhammad, keluarlah untuk menemui kami”. Nabi dengan berat hati menemui mereka, padahal ketika itu beliau sedang beristirahat. Ayat ini mengecam sikap mereka yang berlaku tidak sopan kepada Rasulullah.