Skip to main content

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ جَاۤءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوْٓا اَنْ تُصِيْبُوْا قَوْمًاۢ بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوْا عَلٰى مَا فَعَلْتُمْ نٰدِمِيْنَ   ( ٱلْحُجُرَات: ٦ )

yāayyuhā
يَٰٓأَيُّهَا
wahai
alladhīna
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
āmanū
ءَامَنُوٓا۟
beriman
in
إِن
jika
jāakum
جَآءَكُمْ
datang kepadamu
fāsiqun
فَاسِقٌۢ
orang fasik
binaba-in
بِنَبَإٍ
dengan berita
fatabayyanū
فَتَبَيَّنُوٓا۟
maka jelaskan
an
أَن
agar
tuṣībū
تُصِيبُوا۟
kamu (tidak) menimpakan
qawman
قَوْمًۢا
kaum
bijahālatin
بِجَهَٰلَةٍ
karena kebodohan/tidak tahu
fatuṣ'biḥū
فَتُصْبِحُوا۟
maka jadilah kamu
ʿalā
عَلَىٰ
atas
مَا
apa
faʿaltum
فَعَلْتُمْ
perbuatanmu
nādimīna
نَٰدِمِينَ
orang-orang yang menyesal

“Yā 'Ayyuhā Al-Ladhīna 'Āmanū 'In Jā'akum Fāsiqun Binaba'iin Fatabayyanū 'An Tuşībū Qawmāan Bijahālatin Fatuşbiĥū `Alaá Mā Fa`altum Nādimīna.” (al-Ḥujurāt/49:6)

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.” (QS. Al-Hujurat: 6)

Setelah kelompok ayat-ayat yang lalu menguraikan tuntunan bagai-mana bertatakrama dengan Rasullah, kelompok ayat ini menguraikan bagaimana berlaku dengan sesama manusia, termasuk kepada orang fasik. Diawali dengan tuntunan bagaimana menghadapi orang fasik, Allah berfirman, Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita yang penting, maka ja-nganlah kamu tergesa-gesa menerima berita itu, tetapi telitilah terlebih dahulu kebenarannya. Hal ini penting dilakukan agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan atau kecerobohan kamu mengikuti berita itu yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu yang terlanjur kamu lakukan. Ayat ini memberikan tuntunan kepada kaum muslim agar berhati-hati dalam menerima berita terutama jika bersumber dari orang yang fasik. Perlunya berhati-hati dalam menerima berita adalah untuk menghindarkan penyesalan akibat tindakan yang diakibatkan oleh berita yang belum diteliti kebenarannya.