Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
قَالَ
berfirman
ٱللَّهُ
Allah
هَٰذَا
inilah
يَوْمُ
suatu hari
يَنفَعُ
bermanfaat
ٱلصَّٰدِقِينَ
orang-orang yang benar
صِدْقُهُمْۚ
kebenaran mereka
لَهُمْ
bagi mereka
جَنَّٰتٌ
surga
تَجْرِى
mengalir
مِن
dari
تَحْتِهَا
bawahnya
ٱلْأَنْهَٰرُ
sungai-sungai
خَٰلِدِينَ
mereka kekal
فِيهَآ
didalamnya
أَبَدًاۚ
selama-lamanya
رَّضِىَ
ridha
ٱللَّهُ
Allah
عَنْهُمْ
terhadap mereka
وَرَضُوا۟
dan ridha
عَنْهُۚ
terhadapNya
ذَٰلِكَ
demikian
ٱلْفَوْزُ
keberuntungan
ٱلْعَظِيمُ
paling besar

Qāla Allāhu Hādhā Yawmu Yanfa`u Aş-Şādiqīna Şidquhum Lahum Jannātun Tajrī Min Taĥtihā Al-'Anhāru Khālidīna Fīhā 'Abadāan Rađiya Allāhu `Anhum Wa Rađū `Anhu Dhālika Al-Fawzu Al-`Ažīmu.

Tafsir Bahasa:

Allah berfirman, “Inilah saat orang yang benar memperoleh manfaat dari kebenarannya. Mereka memperoleh surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya. Itulah kemenangan yang agung.”

(119) Dalam ayat ini, Allah menjelaskan bahwa pada hari Kiamat, orang yang senantiasa berbuat tetap dalam tauhid, akan memperoleh manfaat dari kebenaran iman mereka dan dari kejujuran perbuatan dan perkataan mereka. Kemanfaatan yang mereka peroleh itu ialah; pertama kenikmatan surga, kenikmatan yang banyak memberi kepuasan jasmaniah, dan kedua kenikmatan rida Ilahi, kenikmatan yang memberikan ketenteraman dan kepuasan rohani. Segala amal perbuatan mereka diterima Allah sebagai ibadah dan Allah memberi anugerah dan keridaan kepada mereka. Mereka merasa bahagia memperoleh keridaan dari Allah. Tidak ada kenikmatan yang lebih besar dari penghargaan dari Allah. Allah rida terhadap mereka, dan mereka rida terhadap Allah. Inilah puncak kebahagiaan abadi dalam diri manusia. Kedua nikmat Allah ini ialah surga dan rida Ilahi yang diperoleh sesudah melewati perhitungan amal pada hari Kiamat.