Skip to main content

وَاَنَّ هٰذَا صِرَاطِيْ مُسْتَقِيْمًا فَاتَّبِعُوْهُ ۚوَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيْلِهٖ ۗذٰلِكُمْ وَصّٰىكُمْ بِهٖ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ   ( ٱلْأَنْعَام: ١٥٣ )

wa-anna
وَأَنَّ
dan sesungguhnya
hādhā
هَٰذَا
ini
ṣirāṭī
صِرَٰطِى
jalanku
mus'taqīman
مُسْتَقِيمًا
yang lurus
fa-ittabiʿūhu
فَٱتَّبِعُوهُۖ
maka ikutilah dia
walā
وَلَا
dan janganlah
tattabiʿū
تَتَّبِعُوا۟
kamu mengikuti
l-subula
ٱلسُّبُلَ
jalan-jalan
fatafarraqa
فَتَفَرَّقَ
karena maka mereka mencerai beraikan
bikum
بِكُمْ
dengan/untuk kalian
ʿan
عَن
dari
sabīlihi
سَبِيلِهِۦۚ
jalanNya
dhālikum
ذَٰلِكُمْ
demikian itu
waṣṣākum
وَصَّىٰكُم
(Allah) mewasiatkan padamu
bihi
بِهِۦ
dengannya
laʿallakum
لَعَلَّكُمْ
agar kalian
tattaqūna
تَتَّقُونَ
kamu bertakwa

“Wa 'Anna Hādhā Şirāţī Mustaqīmāan Fa Attabi`ūhu Wa Lā Tattabi`ū As-Subula Fatafarraqa Bikum `An Sabīlihi Dhālikum Waşşākum Bihi La`allakum Tattaqūna.” (al-ʾAnʿām/6:153)

Artinya:

“Dan sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus. Maka ikutilah! Jangan kamu ikuti jalan-jalan (yang lain) yang akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-An'am: 153)

Allah menjelaskan bahwa semua perintah dan larangan yang telah disebut dua ayat sebelum ini adalah jalan kebenaran yang harus diikuti. Jika tidak, maka akan menimbulkan petaka dalam kehidupan. Inilah wasiat yang kesepuluh: dan sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus, yaitu agama Islam yang diridai Allah dengan semua kelengkapan ajarannya, mulai dari akidah, kekeluargaan, dan kemasyarakatan. Maka ikutilah jalan ini, karena inilah jalan yang benar yang bisa memberikan jaminan kebahagiaan dan ketenteraman hidup di dunia dan di akhirat. Jangan kamu ikuti jalan-jalan yang lain seperti agama-agama selain Islam, kelompok-kelompok yang mengajarkan ajaran yang menyimpang dan sesat yang akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Setan terus berusaha untuk membelokkan manusia dari jalan lurus ini dengan segala cara. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu bertakwa dengan selalu menjaga diri agar jangan sampai celaka, yaitu dengan melaksanakan ajaran Islam dengan baik dan benar, baik itu kewajiban atau larangan. Inilah bentuk kasih sayang Allah kepada manusia agar mereka bahagia.