Skip to main content

فَقُطِعَ دَابِرُ الْقَوْمِ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْاۗ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ   ( ٱلْأَنْعَام: ٤٥ )

faquṭiʿa
فَقُطِعَ
maka dipotong/dimusnahkan
dābiru
دَابِرُ
seluruh
l-qawmi
ٱلْقَوْمِ
kaum
alladhīna
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
ẓalamū
ظَلَمُوا۟ۚ
(mereka)zalim
wal-ḥamdu
وَٱلْحَمْدُ
dan segala puji
lillahi
لِلَّهِ
bagi Allah
rabbi
رَبِّ
Tuhan/Pemelihara
l-ʿālamīna
ٱلْعَٰلَمِينَ
semesta alam

“Faquţi`a Dābiru Al-Qawmi Al-Ladhīna Žalamū Wa Al-Ĥamdu Lillāhi Rabbi Al-`Ālamīna.” (al-ʾAnʿām/6:45)

Artinya:

“Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Dan segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.” (QS. Al-An'am: 45)

Peringatan sudah disampaikan, teguran secara halus maupun keras juga sudah diberikan, bahkan aneka nikmat sudah mereka terima, mereka masih saja durhaka. Maka berlakulah ketentuan Allah, yaitu orangorang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya sehingga tidak tersisa. Dan itu semua bukan karena Allah berbuat aniaya kepada mereka, karena semua yang ditentukan Allah adalah baik, maka segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.