Skip to main content

اِنِّيْ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ حَنِيْفًا وَّمَآ اَنَا۠ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَۚ   ( الأنعام: ٧٩ )

innī
إِنِّى
sesungguhnya aku
wajjahtu
وَجَّهْتُ
aku menghadapkan
wajhiya
وَجْهِىَ
wajahku/diriku
lilladhī
لِلَّذِى
kepada (Tuhan) yang
faṭara
فَطَرَ
menciptakan
l-samāwāti
ٱلسَّمَٰوَٰتِ
langit(jamak)
wal-arḍa
وَٱلْأَرْضَ
dan bumi
ḥanīfan
حَنِيفًاۖ
cenderung/ikhlas
wamā
وَمَآ
dan bukanlah
anā
أَنَا۠
aku
mina
مِنَ
dari/termasuk
l-mush'rikīna
ٱلْمُشْرِكِينَ
orang-orang yang mempersekutukan

'Innī Wajjahtu Wajhī Lilladhī Faţara As-Samāwāti Wa Al-'Arđa Ĥanīfāan Wa Mā 'Anā Mina Al-Mushrikīna. (al-ʾAnʿām 6:79)

Artinya:

Aku hadapkan wajahku kepada (Allah) yang menciptakan langit dan bumi dengan penuh kepasrahan (mengikuti) agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik. (QS. [6] Al-An'am : 79)

1 Tafsir Ringkas Kemenag

Sesungguhnya aku hadapkan wajahku, yakni seluruh jiwa raga dan totalitas hidupku, kepada Tuhan, Zat yang menciptakan langit dan bumi dengan segala isinya termasuk bintang, bulan, dan matahari, dengan penuh kepasrahan mengikuti agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik.