Skip to main content

قُلْ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ هَادُوْٓا اِنْ زَعَمْتُمْ اَنَّكُمْ اَوْلِيَاۤءُ لِلّٰهِ مِنْ دُوْنِ النَّاسِ فَتَمَنَّوُا الْمَوْتَ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ   ( الجمعة: ٦ )

qul
قُلْ
katakanlah
yāayyuhā
يَٰٓأَيُّهَا
wahai
alladhīna
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
hādū
هَادُوٓا۟
(mereka) beragama Yahudi
in
إِن
jika
zaʿamtum
زَعَمْتُمْ
kamu mengira
annakum
أَنَّكُمْ
bahwa sesungguhnya kamu
awliyāu
أَوْلِيَآءُ
kekasih
lillahi
لِلَّهِ
Allah
min
مِن
dari
dūni
دُونِ
selain/bukan
l-nāsi
ٱلنَّاسِ
manusia
fatamannawū
فَتَمَنَّوُا۟
maka harapkanlah
l-mawta
ٱلْمَوْتَ
kematian
in
إِن
jika
kuntum
كُنتُمْ
kalian adalah
ṣādiqīna
صَٰدِقِينَ
orang-orang yang benar

Qul Yā 'Ayyuhā Al-Ladhīna Hādū 'In Za`amtum 'Annakum 'Awliyā 'U Lillāhi Min Dūni An-Nāsi Fatamannaw Al-Mawta 'In Kuntum Şādiqīna. (al-Jumuʿah 62:6)

Artinya:

Katakanlah (Muhammad), “Wahai orang-orang Yahudi! Jika kamu mengira bahwa kamulah kekasih Allah, bukan orang-orang yang lain, maka harapkanlah kematianmu, jika kamu orang yang benar.” (QS. [62] Al-Jumu'ah : 6)

1 Tafsir Ringkas Kemenag

Para pemuka Yahudi tidak hanya tidak mengamalkan agamanya, tetapi juga menilai dirinya kekasih Allah, padahal mereka kufur kepada-Nya. Katakanlah, wahai Nabi Muhammad kepada para tokoh Agama Yahudi, “Wahai orang-orang Yahudi Bani Naýir, Bani Quraizah dan Bani Qainuqà‘! Jika kamu mengira dengan penuh keyakinan bahwa kamulah kekasih Allah, karena menjadi bangsa pilihan, bukan orang-orang yang lain, seperti kaum muslim, maka harapkanlah kematianmu, karena kematian membuktikan apakah kamu kekasih Allah atau bukan, jika kamu orang yang benar, dalam pengakuanmu itu.”