Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
فَعَقَرُوا۟
maka mereka menyembelih
ٱلنَّاقَةَ
unta betina
وَعَتَوْا۟
dan mereka durhaka
عَنْ
dari
أَمْرِ
perintah
رَبِّهِمْ
Tuhan mereka
وَقَالُوا۟
dan mereka berkata
يَٰصَٰلِحُ
Hai shaleh
ٱئْتِنَا
datangkan kepada kami
بِمَا
dengan apa
تَعِدُنَآ
kamu ancamkan pada kami
إِن
jika
كُنتَ
kamu adalah
مِنَ
dari
ٱلْمُرْسَلِينَ
orang-orang yang diutus

Fa`aqarū An-Nāqata Wa `Ataw `An 'Amri Rabbihim Wa Qālū Yā Şāliĥu A'tinā Bimā Ta`idunā 'In Kunta Mina Al-Mursalīna.

Tafsir Bahasa:

Kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan berlaku angkuh terhadap perintah Tuhannya. Mereka berkata, “Wahai Shalih! Buktikanlah ancaman kamu kepada kami, jika benar engkau salah seorang rasul.”

(77) Setelah itu mereka berbuat durhaka dengan menyembelih unta dan menentang perintah-perintah Allah yang disampaikan kepada mereka oleh Nabi Saleh. Mereka memanggil seorang sesamanya untuk membunuh unta itu, seperti dijelaskan oleh firman Allah; Maka mereka memanggil kawannya, lalu dia menangkap (unta itu) dan memotongnya. (al-Qamar/54; 29) Tetapi dalam ayat 77 dikatakan, bahwa yang membunuh unta itu adalah orang banyak di kalangan mereka. Hal mana menunjukkan perbuatan kejahatan (tindak pidana) seseorang, dipandang perbuatan pidana orang banyak apabila orang yang melakukan pidana itu atas persetujuan orang banyak atau perintah mereka. Maka tanggung jawab atas tindak pidana itu dipikulkan kepadanya dan orang banyak secara bersama-sama, dan azab ditimpakan kepada mereka. Mereka kemudian menantang Nabi Saleh agar mendatangkan azab yang dijanjikan kepada mereka, yaitu azab Allah, jika benar-benar Saleh utusan Allah yang menyampaikan ancaman dari Allah.