Skip to main content

وَمَنْ خَفَّتْ مَوَازِيْنُهٗ فَاُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ خَسِرُوْٓا اَنْفُسَهُمْ بِمَا كَانُوْا بِاٰيٰتِنَا يَظْلِمُوْنَ   ( ٱلْأَعْرَاف: ٩ )

waman
وَمَنْ
dan siapa
khaffat
خَفَّتْ
ringan
mawāzīnuhu
مَوَٰزِينُهُۥ
timbangannya
fa-ulāika
فَأُو۟لَٰٓئِكَ
maka mereka itu
alladhīna
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
khasirū
خَسِرُوٓا۟
(mereka) merugikan
anfusahum
أَنفُسَهُم
diri mereka sendiri
bimā
بِمَا
dengan apa
kānū
كَانُوا۟
adalah mereka
biāyātinā
بِـَٔايَٰتِنَا
dengan ayat-ayat Kami
yaẓlimūna
يَظْلِمُونَ
mereka ingkar

“Wa Man Khaffat Mawāzīnuhu Fa'ūlā'ika Al-Ladhīna Khasirū 'Anfusahum Bimā Kānū Bi'āyātinā Yažlimūna.” (al-ʾAʿrāf/7:9)

Artinya:

“dan barangsiapa ringan timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang yang telah merugikan dirinya sendiri, karena mereka mengingkari ayat-ayat Kami.” (QS. Al-A'raf: 9)

Dan barang siapa ringan timbangan kebaikan-nya karena banyak melakukan dosa, maka mereka itulah orang yang telah merugikan dirinya sendiri, karena mereka mengingkari ayat-ayat Kami. Padahal, ayat-ayat tersebut telah jelas mengemukakan kebenaran yang sulit terbantahkan. Namun kesombongan dan sikap iri pada hati mereka menyebabkan mereka enggan menerima ayat-ayat tersebut, bahkan mendustakannya.