Skip to main content

وَقَالَ الْمَلَاُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ قَوْمِهٖ لَىِٕنِ اتَّبَعْتُمْ شُعَيْبًا ِانَّكُمْ اِذًا لَّخٰسِرُوْنَ  ( الأعراف: ٩٠ )

waqāla
وَقَالَ
dan berkata
l-mala-u
ٱلْمَلَأُ
pemuka-pemuka
alladhīna
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
kafarū
كَفَرُوا۟
kafir/ingkar
min
مِن
dari
qawmihi
قَوْمِهِۦ
kaumnya
la-ini
لَئِنِ
sungguh jika
ittabaʿtum
ٱتَّبَعْتُمْ
kamu mengikuti
shuʿayban
شُعَيْبًا
Syu'aib
innakum
إِنَّكُمْ
sesungguhnya kalian
idhan
إِذًا
jika demikian
lakhāsirūna
لَّخَٰسِرُونَ
tentu orang-orang yang merugi

Wa Qāla Al-Mala'u Al-Ladhīna Kafarū Min Qawmihi La'in Attaba`tum Shu`aybāan 'Innakum 'Idhāan Lakhāsirūna. (al-ʾAʿrāf 7:90)

Artinya:

Dan pemuka-pemuka dari kaumnya (Syuaib) yang kafir berkata (kepada sesamanya), “Sesungguhnya jika kamu mengikuti Syuaib, tentu kamu menjadi orang-orang yang rugi.” (QS. [7] Al-A'raf : 90)

1 Tafsir Ringkas Kemenag

Para pemuka kaum Nabi Syuaib merasa putus asa menundukkan Syuaib dan pengikutnya yang tetap teguh pada agama mereka. Mereka merasa cemas pengikut Nabi Syuaib akan semakin banyak melihat kekuatan dan ketegarannya dalam berdakwah. Karena itu, pemuka-pemuka dari kaumnya yang kafir beralih kepada pengikut mereka, mengancam mereka dengan berkata, "Sesungguhnya jika kamu mengikuti Syuaib, beriman kepadanya dan meninggalkan ajaran dan tradisi leluhur kamu, tentu kamu menjadi orang-orang yang rugi, karena mengikuti agama yang salah, yang belum pernah diikuti oleh leluhur kalian."