Skip to main content

وَقَالُوْا لَا تَذَرُنَّ اٰلِهَتَكُمْ وَلَا تَذَرُنَّ وَدًّا وَّلَا سُوَاعًا ەۙ وَّلَا يَغُوْثَ وَيَعُوْقَ وَنَسْرًاۚ  ( نُوح: ٢٣ )

waqālū
وَقَالُوا۟
dan mereka berkata
لَا
jangan sekali-kali
tadharunna
تَذَرُنَّ
kamu meninggalkan
ālihatakum
ءَالِهَتَكُمْ
tuhan-tuhan kamu
walā
وَلَا
dan janganlah sekali-kali
tadharunna
تَذَرُنَّ
kamu tinggalkan
waddan
وَدًّا
wadd
walā
وَلَا
dan jangan
suwāʿan
سُوَاعًا
suwa'
walā
وَلَا
dan jangan
yaghūtha
يَغُوثَ
yagus
wayaʿūqa
وَيَعُوقَ
dan ya'uq
wanasran
وَنَسْرًا
dan nasr

“Wa Qālū Lā Tadharunna 'Ālihatakum Wa Lā Tadharunna Waddāan Wa Lā Suwā`āan Wa Lā Yaghūtha Wa Ya`ūqa Wa Nasrāan.” (Nūḥ/71:23)

Artinya:

“Dan mereka berkata, “Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) Wadd, dan jangan pula Suwa‘, Yagus, Ya‘uq dan Nasr.”” (QS. Nuh: 23)

Dan mere-ka memprovokasi masyarakat dengan berkata, Jangan sekali-kali kamu meninggalkan penyembahan tuhan-tuhan kamu dan untuk menegaskan larangannya itu mereka menyebut satu demi satu tuhan-tuhan yang mereka sembah sambil lebih tegas lagi menyatakan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan penyembahan Wadd, dan jangan pula Suwa‘, Yagùš, Ya‘ùq dan Nasr. Itu semua adalah nama-nama berhala yang terbesar pada kabilah-kabilah kaum Nuh, yang semula nama-nama orang saleh.