Skip to main content

وَدَانِيَةً عَلَيْهِمْ ظِلٰلُهَا وَذُلِّلَتْ قُطُوْفُهَا تَذْلِيْلًا   ( ٱلْإِنْسَان: ١٤ )

wadāniyatan
وَدَانِيَةً
dan dekat
ʿalayhim
عَلَيْهِمْ
atas mereka
ẓilāluhā
ظِلَٰلُهَا
naungannya
wadhullilat
وَذُلِّلَتْ
dan didekatkan/dimudahkan
quṭūfuhā
قُطُوفُهَا
buah-buahnya
tadhlīlan
تَذْلِيلًا
sedekat-dekatnya/semudah-mudahnya

“Wa Dāniyatan `Alayhim Žilāluhā Wa Dhullilat Quţūfuhā Tadhlīlāan.” (al-ʾInsān/76:14)

Artinya:

“Dan naungan (pepohonan)nya dekat di atas mereka dan dimudahkan semudah-mudahnya untuk memetik (buah)nya.” (QS. Al-Insan: 14)

13-14. Di sana yaitu di dalam surga, mereka duduk bersandar di atas dipan bersama pasangan mereka dan keluarga besar. Di sana mereka tidak melihat dan juga tidak merasakan teriknya matahari dan tidak pula merasakan udara dingin yang berlebihan. Dan anugerah tersebut semakin membahagiakan dengan adanya naungan pepohonannya dekat di atas mereka dan dimudahkan semudah-mudahnya untuk memetik buahnya.15-16. Setelah berbicara aneka fasilitas surga, kini giliran hidangan bagi para penghuni surga. Dan kepada mereka diedarkan oleh para pelayan surga bejana-bejana tempat minum yang terbuat dari perak dan piala-piala yang bening laksana kristal, kristal yang jernih terbuat dari perak saking jernihnya isinya nampak dari luar, mereka tentukan ukurannya yang sesuai dengan kehendak mereka, untuk disuguhkan bagi penghuni surga.