Skip to main content

اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ حَقًّاۗ لَهُمْ دَرَجٰتٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَّرِزْقٌ كَرِيْمٌۚ   ( ٱلْأَنْفَال: ٤ )

ulāika
أُو۟لَٰٓئِكَ
itulah
humu
هُمُ
mereka
l-mu'minūna
ٱلْمُؤْمِنُونَ
orang-orang yang beriman
ḥaqqan
حَقًّاۚ
sebenar-benarnya
lahum
لَّهُمْ
bagi mereka (memperoleh)
darajātun
دَرَجَٰتٌ
derajat
ʿinda
عِندَ
disisi
rabbihim
رَبِّهِمْ
Tuhan mereka
wamaghfiratun
وَمَغْفِرَةٌ
dan ampunan
wariz'qun
وَرِزْقٌ
dan rezki
karīmun
كَرِيمٌ
yang mulia

“'Ūlā'ika Hum Al-Mu'uminūna Ĥaqqāan Lahum Darajātun `Inda Rabbihim Wa Maghfiratun Wa Rizqun Karīmun.” (al-ʾAnfāl/8:4)

Artinya:

“Mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka akan memperoleh derajat (tinggi) di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki (nikmat) yang mulia.” (QS. Al-Anfal: 4)

Setelah menjelaskan beberapa bentuk amal yang berkaitan dengan hati, anggota tubuh dan harta, Allah menjelaskan bahwa mereka yang memiliki sifat-sifat seperti tersebut di atas itulah orang-orang yang benar-benar beriman, lahir dan batin, yang sempurna lagi mantap imannya. Mereka akan memperoleh derajat-derajat yang tinggi di sisi Tuhannya, sesuai dengan amal mereka. Dan ampunan atas segala dosa mereka serta rezeki yang mulia berupa kehidupan yang baik di dunia dan kehidupan yang membahagiakan di akhirat.