Skip to main content

فَذٰلِكُمُ اللّٰهُ رَبُّكُمُ الْحَقُّۚ فَمَاذَا بَعْدَ الْحَقِّ اِلَّا الضَّلٰلُ ۖفَاَنّٰى تُصْرَفُوْنَ   ( يُونُس: ٣٢ )

fadhālikumu
فَذَٰلِكُمُ
maka demikianlah/itulah
l-lahu
ٱللَّهُ
Allah
rabbukumu
رَبُّكُمُ
Tuhan kalian
l-ḥaqu
ٱلْحَقُّۖ
sebenarnya
famādhā
فَمَاذَا
maka tidak ada
baʿda
بَعْدَ
sesudah
l-ḥaqi
ٱلْحَقِّ
kebenaran
illā
إِلَّا
melainkan
l-ḍalālu
ٱلضَّلَٰلُۖ
kesesatan
fa-annā
فَأَنَّىٰ
maka bagaimana
tuṣ'rafūna
تُصْرَفُونَ
kamu dipalingkan

“Fadhalikum Allāhu Rabbukum Al-Ĥaqqu Famādhā Ba`da Al-Ĥaqqi 'Illā Ađ-Đalālu Fa'annā Tuşrafūna.” (al-Yūnus/10:32)

Artinya:

“Maka itulah Allah, Tuhan kamu yang sebenarnya; maka tidak ada setelah kebenaran itu melainkan kesesatan. Maka mengapa kamu berpaling (dari kebenaran)?” (QS. Yunus: 32)

Zat yang Maha Pemberi rezeki, Pencipta pendengaran dan penglihatan, yang kuasa menghidupkan dan mematikan, dan Maha Pengatur alam raya, maka itulah Allah, Dialah Tuhan kamu yang sebenarnya; maka tidak ada setelah kebenaran itu melainkan kesesatan, yakni siapa pun yang tidak berkenan mengikuti kebenaran, maka yang ada tinggal kesesatan. Maka mengapa kamu berpaling dari kebenaran?