Dia (Yakub) berkata, “Bagaimana aku akan mempercayakannya (Bunyamin) kepadamu, seperti aku telah mempercayakan saudaranya (Yusuf) kepada kamu dahulu?” Maka Allah adalah penjaga yang terbaik dan Dia Maha Penyayang di antara para penyayang. (QS. [12] Yusuf : 64)
1 Tafsir Ringkas Kemenag
Mendengar permintaan anak-anaknya, dia (Yakub) berkata, "Bagaimana aku tidak khawatir akan mempercayakannya (Bunyamin) kepadamu seperti kekhawatiran yang aku rasakan ketika telah mempercayakan saudaranya (Yusuf) kepada kamu dahulu? Akan tetapi, karena kamu memaksa untuk membawa Bunyamin, maka aku serahkan semuanya kepada Allah." Maka Allah adalah penjaga yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya, dan Dia Maha Penyayang di antara para penyayang.
2 Tafsir Lengkap Kemenag
Yakub terkejut mendengar permintaan mereka, sehingga dengan seketika menjawab, "Apakah aku akan mempercayakan Bunyamin kepada kalian sebagaimana aku telah mempercayakan Yusuf dahulu? Apakah kalian belum puas dengan mencelakakan Yusuf sehingga sekarang kalian kembali ingin mencelakakan Bunyamin? Apakah aku akan percaya begitu saja kepada janji-janji dan jaminan kalian terhadap Bunyamin, padahal dahulu kalian telah membuat janji dan jaminan serupa ketika hendak membawa Yusuf bermain-main ke tempat penggembalaan di padang pasir? Aku tidak percaya lagi kepada ucapan dan janji kalian. Aku akan menggantungkan harapanku kepada Allah agar Dia tetap memelihara Bunyamin karena Dialah sebaik-baik Penjaga dan Penyayang. Kepada-Nyalah aku bertawakal dalam menghadapi segala persoalan. Hanya Dialah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, aku bermohon agar Dia selalu melimpahkan rahmat-Nya kepadaku dengan melindungi Bunyamin dan menjaga keselamatannya serta tidak akan menimpakan cobaan kepadaku seperti kehilangan Yusuf, anakku yang tercinta. Sesungguhnya rahmat Allah Mahaluas dan Karunia-Nya Mahabesar."
3 Tafsir Ibnu Katsir
Bagaimana aku akan mempercayakannya (Bunyamin) kepada kalian, kecuali seperti aku telah mempercayakan saudaranya (Yusuf) kepada kalian dahulu.
Yakni tiadalah kalian akan memperlakukannya kecuali seperti apa yang telah kalian lakukan kepada saudaranya (Yusuf) sebelumnya. Kalian menjauhkannya dariku dan menghalang-halangi antara aku dan dia.
Maka Allah adalah sebaik-baik Penjaga.
Sebagian ulama membacanya hifzan.
...dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para penyayang.
Yakni Dia Maha Penyayang di antara para penyayang kepadaku, dan Dia pasti akan merahmatiku karena usiaku yang telah lanjut, kelemahanku, dan kerinduanku kepada anakku (Yusuf), aku pun selalu berharap kepada Allah, semoga Dia mengembalikan Yusuf kepadaku dan menghimpunkan kekuatanku berkat bersatu dengannya. Sesungguhnya Dia Maha Penyayang di antara para penyayang.
4 Tafsir Al-Jalalain
(Berkata Yakub, "Bagaimana) tiada (aku akan mempercayakannya kepada kalian, kecuali seperti aku mempercayakan saudaranya kepada kalian) yang dimaksud adalah Nabi Yusuf (dahulu?) dan ternyata kalian telah mencelakakannya. (Maka Allah adalah sebaik-baik penjaga) menurut qiraat yang lain lafal haafizhan dibaca hifzhan dengan kedudukan menjadi tamyiz; perihalnya sama dengan perkataan mereka/orang-orang Arab lillaahi darruhu faarisan (dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para penyayang.") maka aku memohon semoga Dia menganugerahkan pemeliharaan-Nya terhadap Nabi Yusuf.
5 Tafsir Quraish Shihab (Al-Misbah)
Mendengar cerita dan permohonan anak-anaknya, hati Ya'qûb tergugah oleh ingatan-ingatan masa lalu, kemudian berusaha mengaitkannya dengan apa yang sedang ia dengar. Ya'qûb berkata kepada mereka, "Jika aku terima permohonan kalian, sungguh ini merupakan sesuatu yang aneh. Sebab, jika aku percayakan Benyamin kepada kalian, maka yang akan terjadi tidak akan berbeda dengan apa yang pernah terjadi ketika aku percayakan Yûsuf kepada kalian. Saat itu kalian kembali sambil berkata bahwa Yûsuf dimangsa serigala. Sesungguhnya hanya Allahlah tempat aku bergantung untuk melindungi anakku. Dialah penjaga yang Mahakuat. Allahlah tempat aku bergantung untuk melindungi anakku. Dia Mahakuat. Rahmat- Nya lebih luas dari rasa takutku akan kehilangan Benyamin setelah kehilangan Yûsuf."