Skip to main content

وَلَمَّا فَصَلَتِ الْعِيْرُ قَالَ اَبُوْهُمْ اِنِّيْ لَاَجِدُ رِيْحَ يُوْسُفَ لَوْلَآ اَنْ تُفَنِّدُوْنِ  ( يُوسُف: ٩٤ )

walammā
وَلَمَّا
dan tatkala
faṣalati
فَصَلَتِ
telah berangkat/keluar
l-ʿīru
ٱلْعِيرُ
kafilah
qāla
قَالَ
berkata
abūhum
أَبُوهُمْ
ayah mereka
innī
إِنِّى
sesungguhnya aku
la-ajidu
لَأَجِدُ
aku mendapat/mencium
rīḥa
رِيحَ
bau
yūsufa
يُوسُفَۖ
Yusuf
lawlā
لَوْلَآ
sekiranya tidak
an
أَن
telah
tufannidūni
تُفَنِّدُونِ
kamu menuduhku lemah akal

“Wa Lammā Faşalat Al-`Īru Qāla 'Abūhum 'Innī La'ajidu Rīĥa Yūsufa Lawlā 'An Tufannidūni.” (Yūsuf/12:94)

Artinya:

“Dan ketika kafilah itu telah keluar (dari negeri Mesir), ayah mereka berkata, “Sesungguhnya Aku mencium bau Yusuf, sekiranya kamu tidak menuduhku lemah akal (tentu kamu membenarkan aku).”” (QS. Yusuf: 94)

Saudara-saudara Nabi Yusuf mengikuti perintahnya. Mereka mempersiapkan diri untuk kembali ke Kanaan. Dan demikianlah, ketika kafilah itu telah keluar dari Mesir, ayah mereka yang berada jauh di Kanaan berkata kepada para menantu dan cucunya yang tinggal bersamanya di Kanaan, "Sesungguhnya aku mencium bau Yusuf. Sekiranya kamu semua tidak menuduhku sudah pikun atau lemah akal, tentu kamu akan membenarkanku."