Skip to main content

اَتٰىٓ اَمْرُ اللّٰهِ فَلَا تَسْتَعْجِلُوْهُ ۗسُبْحٰنَهٗ وَتَعٰلٰى عَمَّا يُشْرِكُوْنَ   ( ٱلنَّحْل: ١ )

atā
أَتَىٰٓ
telah/pasti datang
amru
أَمْرُ
ketetapan
l-lahi
ٱللَّهِ
Allah
falā
فَلَا
maka janganlah
tastaʿjilūhu
تَسْتَعْجِلُوهُۚ
kamu minta disegerakannya
sub'ḥānahu
سُبْحَٰنَهُۥ
Maha Suci Dia
wataʿālā
وَتَعَٰلَىٰ
dan Maha Tinggi
ʿammā
عَمَّا
dari apa
yush'rikūna
يُشْرِكُونَ
mereka persekutukan

“'Ataá 'Amru Allāhi Falā Tasta`jilūhu Subĥānahu Wa Ta`ālaá `Ammā Yushrikūna.” (an-Naḥl/16:1)

Artinya:

“Ketetapan Allah pasti datang, maka janganlah kamu meminta agar dipercepat (datang)nya. Mahasuci Allah dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. An-Nahl: 1)

Allah menegaskan bahwa ketetapan Allah, yaitu hari kiamat dan masa ketika para pendurhaka akan menerima azab, pasti datang, maka janganlah kamu, wahai para pendurhaka, meminta agar dipercepat kedatangan-nya. Mahasuci Allah dari segala aib, kesyirikan, dan kekurangan, dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka sembah, berupa berhala atau apa pun juga yang mereka persekutukan dengan Dia.