Skip to main content

وَاصْبِرْ وَمَا صَبْرُكَ اِلَّا بِاللّٰهِ وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَلَا تَكُ فِيْ ضَيْقٍ مِّمَّا يَمْكُرُوْنَ   ( ٱلنَّحْل: ١٢٧ )

wa-iṣ'bir
وَٱصْبِرْ
dan bersabar
wamā
وَمَا
dan tidaklah
ṣabruka
صَبْرُكَ
kesabaranmu
illā
إِلَّا
melainkan
bil-lahi
بِٱللَّهِۚ
dengan Allah
walā
وَلَا
dan jangan
taḥzan
تَحْزَنْ
kamu bersedih hati
ʿalayhim
عَلَيْهِمْ
atas mereka
walā
وَلَا
dan jangan
taku
تَكُ
kamu adalah
فِى
dalam
ḍayqin
ضَيْقٍ
kesempitan
mimmā
مِّمَّا
dari/terhadap apa
yamkurūna
يَمْكُرُونَ
mereka tipu dayakan

“Wa Aşbir Wa Mā Şabruka 'Illā Billāhi Wa Lā Taĥzan `Alayhim Wa Lā Taku Fī Đayqin Mimmā Yamkurūna.” (an-Naḥl/16:127)

Artinya:

“Dan bersabarlah (Muhammad) dan kesabaranmu itu semata-mata dengan pertolongan Allah dan janganlah engkau bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan jangan (pula) bersempit dada terhadap tipu daya yang mereka rencanakan.” (QS. An-Nahl: 127)

Sabar adalah sikap yang mulia, karena itu Allah memerintahkan Nabi Muhammad untuk bersabar. Allah berfirman, "Dan bersabarlah, wahai Nabi Muhammad, dalam menghadapi tantangan dan cobaan hidup serta penolakan orang kafir terhadap seruanmu, dan ketahuilah bahwa kesabaranmu itu semata-mata dengan pertolongan Allah. Dan janganlah engkau bersedih hati terhadap penolakan dan kekafiran mereka, dan jangan pula engkau bersempit dada terhadap tipu daya yang mereka rencanakan untuk menghalagi seruanmu."