Skip to main content

وَلَا تَتَّخِذُوْٓا اَيْمَانَكُمْ دَخَلًا ۢ بَيْنَكُمْ فَتَزِلَّ قَدَمٌۢ بَعْدَ ثُبُوْتِهَا وَتَذُوْقُوا السُّوْۤءَ بِمَا صَدَدْتُّمْ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۚوَلَكُمْ عَذَابٌ عَظِيْمٌ   ( ٱلنَّحْل: ٩٤ )

walā
وَلَا
dan jangan
tattakhidhū
تَتَّخِذُوٓا۟
kamu ambil/menjadikan
aymānakum
أَيْمَٰنَكُمْ
sumpahmu
dakhalan
دَخَلًۢا
tipu daya
baynakum
بَيْنَكُمْ
diantara kamu
fatazilla
فَتَزِلَّ
maka tergelincir
qadamun
قَدَمٌۢ
tapak/kaki
baʿda
بَعْدَ
sesudah
thubūtihā
ثُبُوتِهَا
tegaknya
watadhūqū
وَتَذُوقُوا۟
dan kamu akan merasakan
l-sūa
ٱلسُّوٓءَ
kejelekan/bahaya
bimā
بِمَا
dengan apa/disebabkan
ṣadadttum
صَدَدتُّمْ
kamu menghalang-halangi
ʿan
عَن
dari
sabīli
سَبِيلِ
jalan
l-lahi
ٱللَّهِۖ
Allah
walakum
وَلَكُمْ
dan bagimu
ʿadhābun
عَذَابٌ
azab
ʿaẓīmun
عَظِيمٌ
besar

“Wa Lā Tattakhidhū 'Aymānakum Dakhalāan Baynakum Fatazilla Qadamun Ba`da Thubūtihā Wa Tadhūqū As-Sū'a Bimā Şadadtum `An Sabīli Allāhi Wa Lakum `Adhābun `Ažīmun.” (an-Naḥl/16:94)

Artinya:

“Dan janganlah kamu jadikan sumpah-sumpahmu sebagai alat penipu di antaramu, yang menyebabkan kaki(mu) tergelincir setelah tegaknya (kukuh), dan kamu akan merasakan keburukan (di dunia) karena kamu menghalangi (manusia) dari jalan Allah, dan kamu akan mandapat azab yang besar.” (QS. An-Nahl: 94)

Dan janganlah kamu berkhianat dengan men-jadikan sumpah-sumpahmu sebagai alat penipu di antaramu, yang menyebabkan kaki-mu tergelincir dan terjatuh setelah tegak dan mantap-nya di jalan yang benar. Dan kamu akan terus merasakan keburukan di dunia karena dengan berkhianat maka kepercayaan kepadamu akan hilang. Bila hal itu terjadi maka kamu telah menghalangi siapa pun, baik dirimu sendiri maupun orang lain, dari jalan Allah, dan akibat dari perbuatan itu kamu akan mandapat azab yang besar di akhirat jika kamu tidak bertobat kepada Allah.