Skip to main content

لَا تَجْعَلْ مَعَ اللّٰهِ اِلٰهًا اٰخَرَ فَتَقْعُدَ مَذْمُوْمًا مَّخْذُوْلًا ࣖ   ( ٱلْإِسْرَاء: ٢٢ )

لَّا
janganlah
tajʿal
تَجْعَلْ
kamu menjadikan
maʿa
مَعَ
bersama/di samping
l-lahi
ٱللَّهِ
Allah
ilāhan
إِلَٰهًا
tuhan
ākhara
ءَاخَرَ
lain
fataqʿuda
فَتَقْعُدَ
maka kamu duduk/menjadi
madhmūman
مَذْمُومًا
tercela
makhdhūlan
مَّخْذُولًا
terhina

“Lā Taj`al Ma`a Allāhi 'Ilahāan 'Ākhara Fataq`uda Madhmūmāan Makhdhūlāan.” (al-ʾIsrāʾ/17:22)

Artinya:

“Janganlah engkau mengadakan tuhan yang lain di samping Allah, nanti engkau menjadi tercela dan terhina.” (QS. Al-Isra': 22)

Oleh karena itu, janganlah engkau adakan tuhan yang lain di samping Allah, yakni jangan mempersekutukan-Nya, nanti engkau menjadi tercela dan terhina karena perbuatanmu itu, sehingga engkau menyesal karena tidak ada siapa pun yang dapat menolongmu.