Skip to main content

فَخَرَجَ عَلٰى قَوْمِهٖ مِنَ الْمِحْرَابِ فَاَوْحٰٓى اِلَيْهِمْ اَنْ سَبِّحُوْا بُكْرَةً وَّعَشِيًّا   ( مَرْيَم: ١١ )

fakharaja
فَخَرَجَ
maka dia keluar
ʿalā
عَلَىٰ
atas/kepada
qawmihi
قَوْمِهِۦ
kaumnya
mina
مِنَ
dari
l-miḥ'rābi
ٱلْمِحْرَابِ
mihrab
fa-awḥā
فَأَوْحَىٰٓ
lalu dia memberi isyarat
ilayhim
إِلَيْهِمْ
kepada mereka
an
أَن
supaya
sabbiḥū
سَبِّحُوا۟
mereka bertasbih
buk'ratan
بُكْرَةً
diwaktu pagi
waʿashiyyan
وَعَشِيًّا
dan petang

“Fakharaja `Alaá Qawmihi Mina Al-Miĥrābi Fa'awĥaá 'Ilayhim 'An Sabbiĥū Bukratan Wa `Ashīyāan.” (Maryam/19:11)

Artinya:

“Maka dia keluar dari mihrab menuju kaumnya, lalu dia memberi isyarat kepada mereka; bertasbihlah kamu pada waktu pagi dan petang.” (QS. Maryam: 11)

Mendengar janji dan anugerah Allah, maka dia keluar dari mihrab tempatnya berdoa menuju kaumnya yang sudah lama menunggu, lalu dia memberi isyarat kepada mereka tanpa berbicara sepatah kata pun karena Allah telah menahan kemampuannya untuk berbicara. Dengan isyarat itu dia memberi pesan kepada kaumnya, “Bertasbihlah kamu kepada Allah dengan ketundukan hati dan ketulusan niat pada waktu pagi dan petang.”