Skip to main content

يٰٓاَبَتِ اِنِّيْٓ اَخَافُ اَنْ يَّمَسَّكَ عَذَابٌ مِّنَ الرَّحْمٰنِ فَتَكُوْنَ لِلشَّيْطٰنِ وَلِيًّا   ( مَرْيَم: ٤٥ )

yāabati
يَٰٓأَبَتِ
wahai ayahku
innī
إِنِّىٓ
sesungguhnya aku
akhāfu
أَخَافُ
aku takut/khawatir
an
أَن
bahwa akan
yamassaka
يَمَسَّكَ
menimpa kamu
ʿadhābun
عَذَابٌ
azab
mina
مِّنَ
dari
l-raḥmāni
ٱلرَّحْمَٰنِ
Yang Maha Pengasih
fatakūna
فَتَكُونَ
maka adalah kamu/menjadi
lilshayṭāni
لِلشَّيْطَٰنِ
bagi syaitan
waliyyan
وَلِيًّا
pemimpin/kawan

“Yā 'Abati 'Innī 'Akhāfu 'An Yamassaka `Adhābun Mina Ar-Raĥmāni Fatakūna Lilshshayţāni Walīyāan.” (Maryam/19:45)

Artinya:

“Wahai ayahku! Aku sungguh khawatir engkau akan ditimpa azab dari Tuhan Yang Maha Pengasih, sehingga engkau menjadi teman bagi setan.”” (QS. Maryam: 45)

Memperingatkan orang tuanya, Nabi Ibrahim berkata, “Wahai ayahku, aku sungguh khawatir bila engkau terus menyembah berhala dan tidak bertobat serta beribadah kepada Allah, engkau akan ditimpa azab dari Tuhan Yang Maha Pengasih yang telah menganugerahkan rahmat dan kasih-Nya kepada kita, sehingga karena siksa-Nya yang pedih itu engkau menjadi teman bagi setan di neraka dan kekal di dalamnya.”