Skip to main content

يٰٓاَبَتِ لَا تَعْبُدِ الشَّيْطٰنَۗ اِنَّ الشَّيْطٰنَ كَانَ لِلرَّحْمٰنِ عَصِيًّا   ( مريم: ٤٤ )

yāabati
يَٰٓأَبَتِ
wahai ayahku
لَا
jangan
taʿbudi
تَعْبُدِ
kamu menyembah
l-shayṭāna
ٱلشَّيْطَٰنَۖ
syaitan
inna
إِنَّ
sesungguhnya
l-shayṭāna
ٱلشَّيْطَٰنَ
syaitan
kāna
كَانَ
adalah
lilrraḥmāni
لِلرَّحْمَٰنِ
kepada Yang Maha Pengasih
ʿaṣiyyan
عَصِيًّا
durhaka

Yā 'Abati Lā Ta`bud Ash-Shayţāna 'Inna Ash-Shayţāna Kāna Lilrraĥmani `Aşīyāan. (Maryam 19:44)

Artinya:

Wahai ayahku! Janganlah engkau menyembah setan. Sungguh, setan itu durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pengasih. (QS. [19] Maryam : 44)

1 Tafsir Ringkas Kemenag

Nabi Ibrahim menerangkan betapa tidak bermanfaatnya ibadah ayahnya selama ini. Dia berkata, “Wahai ayahku, janganlah engkau menyembah setan, yaitu patung dan berhala itu atau lainnya, dan jangan engkau ikuti bisikan makhluk pengingkar itu. Setan selalu ingin manusia tersesat dan mengingkari Allah. Sesungguhnya setan itu sejak dulu durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pengasih.