Skip to main content

اَطَّلَعَ الْغَيْبَ اَمِ اتَّخَذَ عِنْدَ الرَّحْمٰنِ عَهْدًا ۙ  ( مَرْيَم: ٧٨ )

aṭṭalaʿa
أَطَّلَعَ
adakah ia melihat
l-ghayba
ٱلْغَيْبَ
yang gaib
ami
أَمِ
atau
ittakhadha
ٱتَّخَذَ
ia mengambil
ʿinda
عِندَ
disisi
l-raḥmāni
ٱلرَّحْمَٰنِ
Yang Maha Pengasih
ʿahdan
عَهْدًا
perjanjian

“'Āţţala`a Al-Ghayba 'Am Attakhadha `Inda Ar-Raĥmāni `Ahdāan.” (Maryam/19:78)

Artinya:

“Adakah dia melihat yang gaib atau dia telah membuat perjanjian di sisi Tuhan Yang Maha Pengasih?” (QS. Maryam: 78)

Keangkuhan mereka direspons dengan pertanyaan berikut. Adakah dia, yaitu orang kafir, melihat yang gaib sehingga dapat berkata demikian atau dia telah membuat perjanjian di sisi Tuhan Yang Maha Pengasih sehingga dia dapat memastikan kebenaran perkataannya?