Skip to main content

رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَآ اُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَۖ وَاَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا ۚ اِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ   ( ٱلْبَقَرَة: ١٢٨ )

rabbanā
رَبَّنَا
ya Tuhan kami
wa-ij'ʿalnā
وَٱجْعَلْنَا
dan jadikanlah kami
mus'limayni
مُسْلِمَيْنِ
dua orang yang tunduk/patuh
laka
لَكَ
pada Engkau
wamin
وَمِن
dan dari
dhurriyyatinā
ذُرِّيَّتِنَآ
keturunan/anak cucu kami
ummatan
أُمَّةً
umat
mus'limatan
مُّسْلِمَةً
orang-orang yang tunduk/patuh
laka
لَّكَ
pada Engkau
wa-arinā
وَأَرِنَا
dan tunjukkan pada kami
manāsikanā
مَنَاسِكَنَا
cara beribadah haji kami
watub
وَتُبْ
dan terimalah taubat
ʿalaynā
عَلَيْنَآۖ
atas kami
innaka
إِنَّكَ
sesungguhnya Engkau
anta
أَنتَ
Engkau
l-tawābu
ٱلتَّوَّابُ
Maha Penerima taubat
l-raḥīmu
ٱلرَّحِيمُ
Maha Penyayang

“Rabbanā Wa Aj`alnā Muslimayni Laka Wa Min Dhurrīyatinā 'Ummatan Muslimatan Laka Wa 'Arinā Manāsikanā Wa Tub `Alaynā 'Innaka 'Anta At-Tawwābu Ar-Raĥīmu.” (al-Baq̈arah/2:128)

Artinya:

“Ya Tuhan kami, jadikanlah kami orang yang berserah diri kepada-Mu, dan anak cucu kami (juga) umat yang berserah diri kepada-Mu dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara melakukan ibadah (haji) kami, dan terimalah tobat kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.” (QS. Al-Baqarah: 128)

Ibrahim dan Ismail melanjutkan doanya, "Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang-orang yang berserah diri dan tunduk kepada-Mu, dan jadikanlah juga anak cucu kami menjadi umat yang berserah diri dengan penuh keimanan kepada-Mu dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara, yakni manasik dan tempat-tempat melakukan ibadah haji kami, dan terimalah tobat kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Penerima tobat yang begitu banyak, Maha Penyayang dengan kasih sayang yang amat luas."