Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
وَمَن
dan barang siapa
يَرْغَبُ
membenci
عَن
dari
مِّلَّةِ
agama
إِبْرَٰهِۦمَ
Ibrahim
إِلَّا
kecuali/hanyalah
مَن
orang
سَفِهَ
membodohi
نَفْسَهُۥۚ
dirinya sendiri
وَلَقَدِ
dan sesungguhnya
ٱصْطَفَيْنَٰهُ
Kami telah memilihnya
فِى
di
ٱلدُّنْيَاۖ
dunia
وَإِنَّهُۥ
dan sesungguhnya ia
فِى
di
ٱلْءَاخِرَةِ
akhirat
لَمِنَ
benar-benar termasuk
ٱلصَّٰلِحِينَ
orang-orang yang soleh

Wa Man Yarghabu `An Millati 'Ibrāhīma 'Illā Man Safiha Nafsahu Wa Laqad Aşţafaynāhu Fī Ad-Dunyā Wa 'Innahu Fī Al-'Ākhirati Lamina Aş-Şāliĥīna.

Tafsir Bahasa:

Dan orang yang membenci agama Ibrahim, hanyalah orang yang memperbodoh dirinya sendiri. Dan sungguh, Kami telah memilihnya (Ibrahim) di dunia ini. Dan sesungguhnya di akhirat dia termasuk orang-orang shalih.

(130) Ayat ini tidak menerangkan agama Ibrahim itu. Ayat yang lain menerangkan dasar-dasar kepercayaan agama Ibrahim. Allah berfirman; "Katakanlah (Muhammad), "Benarlah (segala yang difirmankan) Allah." Maka ikutilah agama Ibrahim yang lurus, dan dia tidaklah termasuk orang musyrik." (Ali 'Imran/3; 95). Pada ayat yang lain dijelaskan bahwa agama Ibrahim atau agama Islam ialah agama yang dibawa Nabi Muhammad saw. Allah berfirman; Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), ikutilah agama Ibrahim yang lurus, dan bukanlah dia termasuk orang musyrik." (an-Nahl/16; 123) ) "Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui, dengan kembali bertobat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta laksanakanlah salat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah" (ar-Rum/30; 30-31) Orang-orang Yahudi, Nasrani dan musyrik Mekah, termasuk anak cucu Ibrahim a.s. Mereka membangga-banggakan diri dengannya, tetapi mereka tidak mengikuti agama Ibrahim, agama yang disampaikan oleh Nabi Muhammad saw, Nabi yang didoakan Ibrahim agar diutus Allah di kemudian hari. Mereka mengetahui yang demikian tetapi mereka bersikap seolah-olah tidak mengetahuinya. Bahkan kebanyakan mereka mengikuti agama yang diciptakan hawa nafsu mereka, yaitu menyembah berhala, menyerikatkan Allah, mengatakan bahwa Allah mempunyai anak dan sebagainya. Ayat ini merupakan berita gembira bagi Ibrahim a.s. bahwa ia telah dipilih Allah di dunia di antara hamba-hamba-Nya dan di akhirat termasuk di dalam golongan orang-orang yang saleh.