Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
وَإِذَا
dan apabila
لَقُوا۟
mereka berjumpa
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
ءَامَنُوا۟
beriman
قَالُوٓا۟
mereka berkata
ءَامَنَّا
kami telah beriman
وَإِذَا
dan apabila
خَلَوْا۟
mereka kembali
إِلَىٰ
kepada
شَيَٰطِينِهِمْ
syaitan-syaitan mereka
قَالُوٓا۟
mereka berkata
إِنَّا
sesungguhnya kami
مَعَكُمْ
bersama kalian
إِنَّمَا
sesungguhnya hanyalah
نَحْنُ
kami
مُسْتَهْزِءُونَ
orang-orang yang berolok-olok

Wa 'Idhā Laqū Al-Ladhīna 'Āmanū Qālū 'Āmannā Wa 'Idhā Khalaw 'Ilaá Shayāţīnihim Qālū 'Innā Ma`akum 'Innamā Naĥnu Mustahzi'ūna.

Tafsir Bahasa:

Dan apabila mereka berjumpa dengan orang yang beriman, mereka berkata, “Kami telah beriman.” Tetapi apabila mereka kembali kepada setan-setan (para pemimpin) mereka, mereka berkata, “Sesungguhnya kami bersama kamu, kami hanya berolok-olok.”

(14) Di antara sifat-sifat orang-orang munafik ialah bermuka dua. Jika mereka bertemu dengan orang-orang Islam mereka menyatakan keislamannya, dengan demikian mereka memperoleh segala apa yang diperoleh kaum Muslimin pada umumnya. Tapi bila berada di tengah teman-teman (setan-setan) mereka, mereka pun menjelaskan apa yang telah mereka lakukan itu sebenarnya hanyalah untuk memperdaya dan memperolok-olokkan kaum Muslimin. Itikad mereka tidak berubah, mereka tetap dalam agama mereka. Kata "setan" berasal dari kata syatana artinya "jauh", setan berarti "yang amat jauh". Orang-orang munafik itu dikatakan setan karena mereka amat jauh dari petunjuk Allah, jauh dari kebajikan dan kebaikan. Setan itu mungkin berupa manusia atau jin, seperti tersebut dalam firman Allah swt; Dan demikianlah untuk setiap nabi Kami menjadikan musuh yang terdiri dari setan-setan manusia dan jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan yang indah sebagai tipuan. (al-An'am/6; 112)