Skip to main content

وَلِكُلٍّ وِّجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيْهَا فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرٰتِۗ اَيْنَ مَا تَكُوْنُوْا يَأْتِ بِكُمُ اللّٰهُ جَمِيْعًا ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ   ( ٱلْبَقَرَة: ١٤٨ )

walikullin
وَلِكُلٍّ
dan bagi tiap-tiap orang/umat
wij'hatun
وِجْهَةٌ
tujuan/kiblat
huwa
هُوَ
ia
muwallīhā
مُوَلِّيهَاۖ
menghadap kepadanya
fa-is'tabiqū
فَٱسْتَبِقُوا۟
maka berlomba-lombalah kamu
l-khayrāti
ٱلْخَيْرَٰتِۚ
kebaikan
ayna
أَيْنَ
dimana
مَا
saja
takūnū
تَكُونُوا۟
kalian menjadi
yati
يَأْتِ
mendatangkan/mengumpulkan
bikumu
بِكُمُ
dengan/untuk kalian
l-lahu
ٱللَّهُ
Allah
jamīʿan
جَمِيعًاۚ
semua
inna
إِنَّ
sesungguhnya
l-laha
ٱللَّهَ
Allah
ʿalā
عَلَىٰ
atas
kulli
كُلِّ
segala
shayin
شَىْءٍ
sesuatu
qadīrun
قَدِيرٌ
Maha Kuasa

“Wa Likullin Wijhatun Huwa Muwallīhā Fāstabiqū Al-Khayrāti 'Ayna Mā Takūnū Ya'ti Bikum Allāhu Jamī`āan 'Inna Allāha `Alaá Kulli Shay'in Qadīrun.” (al-Baq̈arah/2:148)

Artinya:

“Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Baqarah: 148)

Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Tidak ada kelebihan satu kiblat atas lainnya, karena yang terpenting dalam beragama adalah kepatuhan kepada Allah dan berbuat kebaikan terhadap orang lain. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Terhadap semua itu Allah akan memberikan perhitungan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.