Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
ٱلْحَقُّ
kebenaran
مِن
dari
رَّبِّكَۖ
Tuhanmu
فَلَا
maka jangan
تَكُونَنَّ
sekali-kali kamu adalah
مِنَ
dari
ٱلْمُمْتَرِينَ
orang-orang yang ragu

Al-Ĥaqqu Min Rabbika Falā Takūnanna Mina Al-Mumtarīna.

Tafsir Bahasa:

Kebenaran itu dari Tuhanmu, maka janganlah sekali-kali engkau (Muhammad) termasuk orang-orang yang ragu.

(147) Kebenaran itu adalah apa yang diwahyukan Allah kepada Rasul-Nya, bukan apa yang dikatakan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani. Dalam hal ini kaum Muslimin tidak boleh ragu. Masalah kiblat ini sebenarnya bukanlah masalah prinsip sebagai asas agama seperti tauhid, iman kepada hari kiamat dan lain-lain, tetapi kiblat ini hanya merupakan suatu arah yang masing-masing umat diperintahkan untuk menghadap kepadanya dalam salat mereka.