Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
خَٰلِدِينَ
mereka kekal
فِيهَاۖ
didalamnya
لَا
tidak
يُخَفَّفُ
diringankan
عَنْهُمُ
dari mereka
ٱلْعَذَابُ
siksa
وَلَا
dan tidak
هُمْ
mereka
يُنظَرُونَ
mereka diberi tangguh

Khālidīna Fīhā Lā Yukhaffafu `Anhum Al-`Adhābu Wa Lā Hum Yunžarūna.

Tafsir Bahasa:

mereka kekal di dalamnya (laknat), tidak akan diringankan azabnya, dan mereka tidak diberi penangguhan.

(161, 162) Orang-orang kafir, termasuk para Ahli Kitab yang tidak bertobat, kemudian mati dalam kekafiran, mereka tetap mendapat laknat Allah, malaikat dan manusia seluruhnya. Mereka kekal di dalam neraka, tidak akan diringankan siksaan mereka dan tidak akan ditangguhkan. Demikian nasib mereka kelak pada hari kiamat, tidak ada kesempatan lagi untuk bertobat dan mengerjakan amal saleh, dan andaikata mereka sanggup memberikan emas sebesar bumi untuk menebus kesalahan mereka, pasti tidak akan diterima Allah sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya; Sungguh, orang-orang yang kafir dan mati dalam kekafiran, tidak akan diterima (tebusan) dari seseorang di antara mereka sekalipun (berupa) emas sepenuh bumi, sekiranya dia hendak menebus diri dengannya. Mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang pedih dan tidak memperoleh penolong. (Ali 'Imran/3; 91)