Skip to main content

اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَمَاتُوْا وَهُمْ كُفَّارٌ اُولٰۤىِٕكَ عَلَيْهِمْ لَعْنَةُ اللّٰهِ وَالْمَلٰۤىِٕكَةِ وَالنَّاسِ اَجْمَعِيْنَۙ  ( ٱلْبَقَرَة: ١٦١ )

inna
إِنَّ
sesungguhnya
alladhīna
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
kafarū
كَفَرُوا۟
kafir/ingkar
wamātū
وَمَاتُوا۟
dan mereka mati
wahum
وَهُمْ
dan mereka
kuffārun
كُفَّارٌ
orang-orang kafir
ulāika
أُو۟لَٰٓئِكَ
mereka itu
ʿalayhim
عَلَيْهِمْ
atas mereka
laʿnatu
لَعْنَةُ
kutukan/laknat
l-lahi
ٱللَّهِ
Allah
wal-malāikati
وَٱلْمَلَٰٓئِكَةِ
dan para Malaikat
wal-nāsi
وَٱلنَّاسِ
manusia
ajmaʿīna
أَجْمَعِينَ
seluruhnya

“'Inna Al-Ladhīna Kafarū Wa Mātū Wa Hum Kuffārun 'Ūlā'ika `Alayhim La`natu Allāhi Wa Al-Malā'ikati Wa An-Nāsi 'Ajma`īna.” (al-Baq̈arah/2:161)

Artinya:

“Sungguh, orang-orang yang kafir dan mati dalam keadaan kafir, mereka itu mendapat laknat Allah, para malaikat dan manusia seluruhnya,” (QS. Al-Baqarah: 161)

Sungguh, orang-orang yang kafir dan mati dalam keadaan kafir akan mendapat empat macam pembalasan. Pertama, mereka itu mendapat laknat Allah, para malaikat dan manusia seluruhnya; kedua, mereka kekal di dalamnya, di dalam laknat itu, dan karenanya mereka akan masuk neraka untuk selamanya; ketiga, mereka tidak akan diringankan azabnya; dan keempat, mereka tidak diberi penangguhan sebagaimana pada saat mereka di dunia.