Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
إِنَّ
sesungguhnya
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
كَفَرُوا۟
kafir/ingkar
وَمَاتُوا۟
dan mereka mati
وَهُمْ
dan mereka
كُفَّارٌ
orang-orang kafir
أُو۟لَٰٓئِكَ
mereka itu
عَلَيْهِمْ
atas mereka
لَعْنَةُ
kutukan/laknat
ٱللَّهِ
Allah
وَٱلْمَلَٰٓئِكَةِ
dan para Malaikat
وَٱلنَّاسِ
manusia
أَجْمَعِينَ
seluruhnya

'Inna Al-Ladhīna Kafarū Wa Mātū Wa Hum Kuffārun 'Ūlā'ika `Alayhim La`natu Allāhi Wa Al-Malā'ikati Wa An-Nāsi 'Ajma`īna.

Tafsir Bahasa:

Sungguh, orang-orang yang kafir dan mati dalam keadaan kafir, mereka itu mendapat laknat Allah, para malaikat dan manusia seluruhnya,

(161, 162) Orang-orang kafir, termasuk para Ahli Kitab yang tidak bertobat, kemudian mati dalam kekafiran, mereka tetap mendapat laknat Allah, malaikat dan manusia seluruhnya. Mereka kekal di dalam neraka, tidak akan diringankan siksaan mereka dan tidak akan ditangguhkan. Demikian nasib mereka kelak pada hari kiamat, tidak ada kesempatan lagi untuk bertobat dan mengerjakan amal saleh, dan andaikata mereka sanggup memberikan emas sebesar bumi untuk menebus kesalahan mereka, pasti tidak akan diterima Allah sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya; Sungguh, orang-orang yang kafir dan mati dalam kekafiran, tidak akan diterima (tebusan) dari seseorang di antara mereka sekalipun (berupa) emas sepenuh bumi, sekiranya dia hendak menebus diri dengannya. Mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang pedih dan tidak memperoleh penolong. (Ali 'Imran/3; 91)