Skip to main content

قُلْنَا اهْبِطُوْا مِنْهَا جَمِيْعًا ۚ فَاِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِّنِّيْ هُدًى فَمَنْ تَبِعَ هُدَايَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ  ( ٱلْبَقَرَة: ٣٨ )

qul'nā
قُلْنَا
Kami berfirman
ih'biṭū
ٱهْبِطُوا۟
pergilah kalian
min'hā
مِنْهَا
daripadanya (surga)
jamīʿan
جَمِيعًاۖ
semuanya
fa-immā
فَإِمَّا
maka jika
yatiyannakum
يَأْتِيَنَّكُم
datang kepada kalian
minnī
مِّنِّى
daripadaKu
hudan
هُدًى
petunjuk
faman
فَمَن
maka barang siapa
tabiʿa
تَبِعَ
mengikuti
hudāya
هُدَاىَ
petunjukKu
falā
فَلَا
maka tidak
khawfun
خَوْفٌ
takut
ʿalayhim
عَلَيْهِمْ
atas mereka
walā
وَلَا
dan tidak
hum
هُمْ
mereka
yaḥzanūna
يَحْزَنُونَ
mereka berduka cita

“Qulnā Ahbiţū Minhā Jamī`āan Fa'immā Ya'tiyannakum Minnī Hudan Faman Tabi`a Hudāya Falā Khawfun `Alayhim Wa Lā Hum Yaĥzanūna.” (al-Baq̈arah/2:38)

Artinya:

“Kami berfirman, “Turunlah kamu semua dari surga! Kemudian jika benar-benar datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barangsiapa mengikuti petunjuk-Ku, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.”” (QS. Al-Baqarah: 38)

Untuk menghapus kemungkinan kesalahpahaman bahwa perintah turun itu hanya dari satu tingkat ke tingkat lain yang lebih rendah di dalam surga, Allah mengulangi lagi perintah itu pada ayat ini. Kami berfirman, "Turunlah kamu semua, yakni setan dan manusia, dari surga! Kemudian jika benar-benar datang petunjuk-Ku melalui penyampaian para nabi kepadamu, wahai Adam dan pasanganmu serta anak cucumu, maka barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, tidak ada rasa takut pada mereka terhadap hal-hal negatif yang akan terjadi dan mereka juga tidak akan bersedih hati terhadap hal-hal negatif yang sudah terjadi."