Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
وَإِذْ
dan ketika
قُلْنَا
Kami berfirman
ٱدْخُلُوا۟
masuklah
هَٰذِهِ
ini
ٱلْقَرْيَةَ
negeri
فَكُلُوا۟
maka makanlah
مِنْهَا
daripadanya
حَيْثُ
apa saja
شِئْتُمْ
kalian kehendaki
رَغَدًا
sepuas hati
وَٱدْخُلُوا۟
dan masuklah
ٱلْبَابَ
pintu gerbang
سُجَّدًا
bersujud
وَقُولُوا۟
dan katakanlah
حِطَّةٌ
bebaskan dosa
نَّغْفِرْ
Kami mengampuni
لَكُمْ
bagi kalian
خَطَٰيَٰكُمْۚ
kesalahan-kesalahanmu
وَسَنَزِيدُ
dan Kami akan menambah
ٱلْمُحْسِنِينَ
orang-orang yang berbuat baik

Wa 'Idh Qulnā Adkhulū Hadhihi Al-Qaryata Fakulū Minhā Ĥaythu Shi'tum Raghadāan Wa Adkhulū Al-Bāba Sujjadāan Wa Qūlū Ĥiţţatun Naghfir Lakum Khaţāyākum Wa Sanazīdu Al-Muĥsinīna.

Tafsir Bahasa:

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman, “Masuklah ke negeri ini (Baitulmaqdis), maka makanlah dengan nikmat (berbagai makanan) yang ada di sana sesukamu. Dan masukilah pintu gerbangnya sambil membungkuk, dan katakanlah, “Bebaskanlah kami (dari dosa-dosa kami),” niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu. Dan Kami akan menambah (karunia) bagi orang-orang yang berbuat kebaikan.”

(58) Pada permulaan ayat ini, Allah swt memerintahkan Bani Israil untuk memasuki suatu daerah (Baitulmakdis) dan menikmati makanan-makanan yang ada di sana dan mensyukuri nikmat-Nya, karena mereka telah diselamatkan dari pengejaran musuh dalam perjalanan yang amat sulit. Mereka diperintahkan untuk mengucapkan doa kepada Allah, agar mereka diampuni dari segala dosa yang telah mereka lakukan. Allah menegaskan bahwa jika mereka mematuhi perintah tersebut, Dia akan mengampuni semua kesalahan mereka, dan akan memberikan tambahan pahala dan karunia kepada orang-orang yang berbuat kebajikan.