Skip to main content

قَالُوا ادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّنْ لَّنَا مَا هِيَۙ اِنَّ الْبَقَرَ تَشٰبَهَ عَلَيْنَاۗ وَاِنَّآ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ لَمُهْتَدُوْنَ  ( ٱلْبَقَرَة: ٧٠ )

qālū
قَالُوا۟
mereka berkata
ud'ʿu
ٱدْعُ
mohonkanlah
lanā
لَنَا
bagi kami
rabbaka
رَبَّكَ
Tuhanmu
yubayyin
يُبَيِّن
agar Dia menerangkan
lanā
لَّنَا
bagi kami
مَا
apa
hiya
هِىَ
ia
inna
إِنَّ
sesungguhnya
l-baqara
ٱلْبَقَرَ
sapi betina
tashābaha
تَشَٰبَهَ
samar/tidak jelas
ʿalaynā
عَلَيْنَا
atas kami
wa-innā
وَإِنَّآ
dan sesungguhnya kami
in
إِن
jika
shāa
شَآءَ
menghendaki
l-lahu
ٱللَّهُ
Allah
lamuh'tadūna
لَمُهْتَدُونَ
sungguh orang-orang yang mendapat petunjuk

“Qālū Ad`u Lanā Rabbaka Yubayyin Lanā Mā Hiya 'Inna Al-Baqara Tashābaha `Alaynā Wa 'Innā 'In Shā'a Allāhu Lamuhtadūna.” (al-Baq̈arah/2:70)

Artinya:

“Mereka berkata, “Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menjelaskan kepada kami tentang (sapi betina) itu. (Karena) sesungguhnya sapi itu belum jelas bagi kami, dan jika Allah menghendaki, niscaya kami mendapat petunjuk.”” (QS. Al-Baqarah: 70)

Ketidakpuasan mereka atas jawaban Nabi Musa diungkapkan dengan berkata, "Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami keterangan lebih lengkap agar Dia menjelaskan kepada kami secara lebih detail tentang keadaan sapi betina itu. Yang sedemikian ini karena sesungguhnya sapi itu masih juga belum begitu jelas bagi kami, dan jika Allah menghendaki dan berkenan memberikan keterangan selengkapnya, niscaya kami mendapat petunjuk tentang sapi itu, sehingga kami dapat menemukannya dan melaksanakan perintah dengan tepat seperti yang dijelaskan."