Skip to main content

وَمِنْهُمْ اُمِّيُّوْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ الْكِتٰبَ اِلَّآ اَمَانِيَّ وَاِنْ هُمْ اِلَّا يَظُنُّوْنَ  ( ٱلْبَقَرَة: ٧٨ )

wamin'hum
وَمِنْهُمْ
dan diantara mereka
ummiyyūna
أُمِّيُّونَ
mereka buta huruf
لَا
tidak
yaʿlamūna
يَعْلَمُونَ
mereka mengetahui
l-kitāba
ٱلْكِتَٰبَ
Al Kitab
illā
إِلَّآ
kecuali
amāniyya
أَمَانِىَّ
dongengan
wa-in
وَإِنْ
dan jika
hum
هُمْ
mereka
illā
إِلَّا
kecuali
yaẓunnūna
يَظُنُّونَ
mereka menduga-duga

“Wa Minhum 'Ummīyūna Lā Ya`lamūna Al-Kitāba 'Illā 'Amānīya Wa 'In Hum 'Illā Yažunnūna.” (al-Baq̈arah/2:78)

Artinya:

“Dan di antara mereka ada yang buta huruf, tidak memahami Kitab (Taurat), kecuali hanya berangan-angan dan mereka hanya menduga-duga.” (QS. Al-Baqarah: 78)

Setelah kelakuan kelompok cendekia dan tokoh agama Yahudi dijelaskan pada ayat-ayat sebelumnya, ayat-ayat berikut menjelaskan kelompok lain di kalangan Bani Israil, yaitu bahwa di antara mereka ada yang buta huruf, tidak bisa membaca dan menulis, atau bodoh dan keras hati, tidak memahami makna dan pesan Kitab Taurat dengan pemahaman yang penuh penghayatan, kecuali hanya berangan-angan berupa kebohongan yang disajikan oleh pemuka agama mereka dan dikatakan sebagai kebenaran, dan mereka hanya menduga-duga, sebab ka lau pun mereka membacanya, itu tidak dilakukan dengan disertai pemahaman yang mendalam.