Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
ثُمَّ
kemudian
أَنتُمْ
kamu
هَٰٓؤُلَآءِ
ini (Bani Israil)
تَقْتُلُونَ
kamu membunuh
أَنفُسَكُمْ
diri kalian sendiri
وَتُخْرِجُونَ
dan kamu mengusir
فَرِيقًا
segolongan
مِّنكُم
daripadamu
مِّن
dari
دِيَٰرِهِمْ
rumah/kampung halaman mereka
تَظَٰهَرُونَ
kamu membantu
عَلَيْهِم
atas mereka
بِٱلْإِثْمِ
dengan dosa
وَٱلْعُدْوَٰنِ
dan permusuhan
وَإِن
dan jika
يَأْتُوكُمْ
mereka datang kepadamu
أُسَٰرَىٰ
tawanan
تُفَٰدُوهُمْ
kamu tebus mereka
وَهُوَ
dan ia
مُحَرَّمٌ
terlarang
عَلَيْكُمْ
atas kalian
إِخْرَاجُهُمْۚ
pengusiran mereka
أَفَتُؤْمِنُونَ
apakah kamu beriman
بِبَعْضِ
sebagian
ٱلْكِتَٰبِ
Al Kitab
وَتَكْفُرُونَ
dan kamu ingkar
بِبَعْضٍۚ
dengan sebagian
فَمَا
maka tidak
جَزَآءُ
balasan
مَن
orang
يَفْعَلُ
berbuat
ذَٰلِكَ
demikian
مِنكُمْ
daripadamu
إِلَّا
kecuali
خِزْىٌ
kenistaan
فِى
dalam
ٱلْحَيَوٰةِ
kehidupan
ٱلدُّنْيَاۖ
dunia
وَيَوْمَ
dan pada hari
ٱلْقِيَٰمَةِ
kiamat
يُرَدُّونَ
mereka dikembalikan
إِلَىٰٓ
kepada
أَشَدِّ
sangat berat/keras
ٱلْعَذَابِۗ
siksa
وَمَا
dan tidaklah
ٱللَّهُ
Allah
بِغَٰفِلٍ
dengan lengah
عَمَّا
dari apa
تَعْمَلُونَ
kamu perbuat

Thumma 'Antum Hā'uulā' Taqtulūna 'Anfusakum Wa Tukhrijūna Farīqāan Minkum Min Diyārihim Tažāharūna `Alayhim Bil-'Ithmi Wa Al-`Udwāni Wa 'In Ya'tūkum 'Usāraá Tufādūhum Wa Huwa Muĥarramun `Alaykum 'Ikhrājuhum 'A Fatu'uminūna Biba`đi Al-Kitābi Wa Takfurūna Biba`đin Famā Jazā'u Man Yaf`alu Dhālika Minkum 'Illā Khizyun Fī Al-Ĥayāati Ad-Dunyā Wa Yawma Al-Qiyāmati Yuraddūna 'Ilaá 'Ashaddi Al-`Adhābi Wa Mā Allāhu Bighāfilin `Ammā Ta`malūna.

Tafsir Bahasa:

Kemudian kamu (Bani Israil) membunuh dirimu (sesamamu), dan mengusir segolongan dari kamu dari kampung halamannya. Kamu saling membantu (menghadapi) mereka dalam kejahatan dan permusuhan. Dan jika mereka datang kepadamu sebagai tawanan, kamu tebus mereka, padahal kamu dilarang mengusir mereka. Apakah kamu beriman kepada sebagian Kitab (Taurat) dan ingkar kepada sebagian (yang lain)? Maka tidak ada balasan (yang pantas) bagi orang yang berbuat demikian di antara kamu selain kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari Kiamat mereka dikembalikan kepada azab yang paling berat. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.

(85) Dalam ayat ini disebutkan kenyataan tentang pelanggaran orang Yahudi terhadap larangan Allah itu. Di Medinah sejak sebelum Nabi Muhammad saw terdapat tiga suku Yahudi yaitu Bani Qainuqa, Bani Nadir, Bani Quraizah. Ketiga suku itu terlibat dalam perang saudara yang terjadi antara kabilah Aus dan Khazraj; keduanya penduduk asli kota Medinah. Bani Qainuqa dan Bani Nadir adalah sekutu kabilah Khazraj, sedangkan Bani Quraizah adalah sekutu kabilah Aus. Dengan demikian terjadilah peperangan dan usir-mengusir antara sesama kaum Yahudi sendiri. Ayat ini menerangkan bahwa sesudah menerima janji yang kuat itu, mereka merusaknya dengan membunuh saudara-saudara mereka sendiri, mereka saling membunuh sebagaimana yang telah dilakukan oleh orang-orang terhadap mereka, sedangkan mereka mengaku bahwa janji Allah itu juga dikenakan pada mereka. Sebagian orang Yahudi membantu orang-orang Arab yang telah menjadi sekutu mereka dengan membuat dosa seperti pembunuhan dan peperangan, dan membantu mereka di dalam permusuhan seperti pengusiran dari kampung halaman. Bilamana ada yang tertawan, baik orang Arab ataupun orang Yahudi yang bermusuhan, maka untuk melepaskannya mereka meminta uang tebusan. Masing-masing golongan Yahudi menebus bangsanya yang menjadi tawanan itu, walaupun tawanan itu musuhnya. Mereka mengemukakan alasan bahwa kitab suci mereka memerintahkan agar mereka menebus tawanan-tawanan bangsa yang suci itu. Jika mereka benar-benar beriman kepada kitabnya seperti yang mereka katakan, mengapa mereka mengusir, saudara-saudaranya dari kampungnya, sedangkan Taurat melarang mereka berbuat begitu? Kalau demikian, bukankah itu berarti mengejek agama? Mengapa mereka beriman pada sebagian Kitab dan ingkar terhadap sebagian yang lain? Allah telah membuat janji dengan Bani Israil di dalam Taurat, agar tidak saling membunuh dan mengusir di antara sesamanya. Dalam Taurat disebutkan, "Siapa saja hamba lelaki atau perempuan dari Bani Israil yang kamu dapati, bayarlah harganya dan merdekakanlah dia." Namun mereka tetap saling membunuh di antara sesamanya dan tetap saling mengusir. Mereka menyalahi janji mereka kepada Allah. Apabila ada yang ditawan, mereka menebusnya, sebagai ketaatan mereka kepada janji. Hal itu menunjukkan bahwa mereka mengimani sebagian isi Kitab dan tidak percaya kepada bagian yang lain. Pembalasan terhadap para pelanggar ketentuan-ketentuan di atas ialah kebinasaan di dunia dan azab yang pedih di akhirat. Kenyataan telah menunjukkan bahwa umat yang berlaku curang terhadap perintah Allah dan melempar agama ke belakang, mereka akan bercerai-berai dan akan ditimpa azab kehinaan sebagai pembalasan terhadap kerusakan akhlak dan kejahatannya. Adapun orang-orang yang tetap berlaku benar, menyucikan dirinya dan baik keadaannya, akan memperoleh nikmat di sisi Tuhannya. Allah sekali-kali tidak lengah terhadap apa-apa yang mereka kerjakan. Dia akan memberi balasan terhadap segala perbuatan manusia.