Skip to main content

اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ اشْتَرَوُا الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا بِالْاٰخِرَةِ ۖ فَلَا يُخَفَّفُ عَنْهُمُ الْعَذَابُ وَلَا هُمْ يُنْصَرُوْنَ ࣖ  ( ٱلْبَقَرَة: ٨٦ )

ulāika
أُو۟لَٰٓئِكَ
mereka itulah
alladhīna
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
ish'tarawū
ٱشْتَرَوُا۟
(mereka) membeli
l-ḥayata
ٱلْحَيَوٰةَ
kehidupan
l-dun'yā
ٱلدُّنْيَا
dunia
bil-ākhirati
بِٱلْءَاخِرَةِۖ
dengan akhirat
falā
فَلَا
maka tidak
yukhaffafu
يُخَفَّفُ
mereka diringankan
ʿanhumu
عَنْهُمُ
dari mereka
l-ʿadhābu
ٱلْعَذَابُ
siksa
walā
وَلَا
dan tidak
hum
هُمْ
mereka
yunṣarūna
يُنصَرُونَ
mereka ditolong

“'Ūlā'ika Al-Ladhīna Ashtaraw Al-Ĥayāata Ad-Dunyā Bil-'Ākhirati Falā Yukhaffafu `Anhum Al-`Adhābu Wa Lā Hum Yunşarūna.” (al-Baq̈arah/2:86)

Artinya:

“Mereka itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat. Maka tidak akan diringankan azabnya dan mereka tidak akan ditolong.” (QS. Al-Baqarah: 86)

Mereka melanggar perjanjian, memutarbalikkan ayat-ayat Allah, mengimani sebagian isi Kitab Suci dan mengingkari sebagian lainnya karena mereka itulah orang-orang yang membeli kehidupan yang fana di dunia dengan kehidupan yang kekal di akhirat, yakni mereka teperdaya oleh gemerlap duniawi serta kesenangan hidup sementara, dan berusaha dengan berbagai cara, meskipun dengan melanggar norma, untuk memilikinya. Siksa yang mereka dapat kan di dunia tidak berarti akan meringankan azab mereka di akhirat. Sama sekali tidak! Maka tidak akan diringankan azabnya, karena siksa akhirat tidak dapat diringankan, dan mereka tidak akan ditolong oleh siapa pun, termasuk oleh diri mereka sendiri.