Skip to main content

وَقَالُوْا قُلُوْبُنَا غُلْفٌ ۗ بَلْ لَّعَنَهُمُ اللّٰهُ بِكُفْرِهِمْ فَقَلِيْلًا مَّا يُؤْمِنُوْنَ   ( ٱلْبَقَرَة: ٨٨ )

waqālū
وَقَالُوا۟
dan mereka berkata
qulūbunā
قُلُوبُنَا
hati kami
ghul'fun
غُلْفٌۢۚ
tertutup
bal
بَل
tetapi
laʿanahumu
لَّعَنَهُمُ
mengutuk mereka
l-lahu
ٱللَّهُ
Allah
bikuf'rihim
بِكُفْرِهِمْ
dengan kekafiran mereka
faqalīlan
فَقَلِيلًا
maka sedikit
مَّا
apa
yu'minūna
يُؤْمِنُونَ
mereka yang beriman

“Wa Qālū Qulūbunā Ghulfun Bal La`anahum Allāhu Bikufrihim Faqalīlāan Mā Yu'uminūna.” (al-Baq̈arah/2:88)

Artinya:

“Dan mereka berkata, “Hati kami tertutup.” Tidak! Allah telah melaknat mereka itu karena keingkaran mereka, tetapi sedikit sekali mereka yang beriman.” (QS. Al-Baqarah: 88)

Dan mereka berkata dalam rangka menolak risalah Nabi Muhammad, "Hati kami tertutup karena tidak dapat memahami apa yang engkau sampaikan atau karena hati kami sudah penuh dengan pengetahuan sehingga tidak lagi butuh bimbingan. "Allah menegaskan, "Tidak!" Sebenarnya mereka bukannya tidak dapat memahami dan bukan pula sudah pandai, tetapi mereka berkata demikian karena kedurhakaan yang sudah mendarah daging dalam diri mereka, maka Allah telah melaknat mereka itu karena keingkaran mereka, tetapi-sekali lagi AlQur'an tidak menyatakan mereka semua ingkar atau kafir-sedikit sekali mereka beriman.